Stimulus Ekonomi untuk Menciptakan Lapangan Kerja Baru
Pemerintah kembali mengambil langkah strategis dalam memberikan stimulus ekonomi yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Salah satu fokus utama dari kebijakan ini adalah pengembangan sektor padat karya, magang berbayar, serta penguatan peran koperasi desa dan kelurahan.
Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menilai bahwa kebijakan tersebut memiliki potensi besar dalam mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) jika dijalankan dengan cepat dan efektif. Ia menyatakan bahwa program seperti stimulasi ekonomi untuk pekerjaan padat karya dan magang berbayar bisa langsung menyerap ratusan ribu tenaga kerja pada kuartal keempat tahun ini.
Salah satu contoh program yang telah berjalan adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini berhasil menghidupkan kembali pekerjaan ritel-ritel logistik desa, terutama dalam distribusi LPG, pupuk, dan beras. Selain itu, Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) dan revitalisasi tambak pantura juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan peluang kerja bagi masyarakat pesisir.
Di sektor perkebunan, program replanting 870 ribu hektare diperkirakan akan melahirkan lebih dari 1,6 juta lapangan kerja baru. Komoditas prioritas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala menjadi fokus utama dalam pengembangan sektor ini.
Indikator Realistis untuk Tiga Sampai Enam Bulan Kedepan
Syafruddin Karimi menilai bahwa indikator realistis dalam tiga hingga enam bulan ke depan akan berasal dari kombinasi antara program padat karya, koperasi desa yang bankable, serta proyek perikanan yang sudah memiliki kontrak. Selain itu, kebijakan penempatan dana sebesar Rp 200 triliun di Himbara yang wajib disalurkan sebagai kredit, serta larangan pembelian SBN/SRBI, dapat meningkatkan peluang kredit produktif bagi koperasi dan UMKM.
Namun, ia menilai bahwa penyerapan tenaga kerja dari program pemerintah saja tidak cukup. Pemulihan ekonomi juga membutuhkan dorongan dari sektor swasta. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan kepastian kebijakan, insentif perekrutan, serta akses kredit yang sampai ke pelaku usaha.
Selain itu, pemerintah harus tetap menjaga defisit anggaran di bawah 2,78% dari Produk Domestik Bruto (PDB) agar persepsi risiko stabil. Peningkatan arus kas usaha kecil juga bisa dilakukan dengan memperpanjang tarif pajak penghasilan final UMKM sebesar 0,5% hingga 2029.
Langkah-Langkah untuk Memperkuat Peluang Kerja
Beberapa langkah penting lainnya yang direkomendasikan oleh Syafruddin Karimi antara lain:
- Menerbitkan kredit bergaransi untuk perekrutan baru.
- Memberikan potongan iuran JKK bagi sektor padat karya.
- Mempercepat proses perizinan gudang/kios koperasi agar retail lokal menjadi magnet permintaan bagi produsen swasta.
Selain itu, pemerintah perlu memastikan transparansi dalam penyaluran kredit ke UMKM dengan meminta bank penerima dana melaporkan loan-to-placement ratio dan time-to-cash.
Di sektor perikanan, KNMP dan revitalisasi tambak perlu mengikat kontrak komersial dengan swasta sejak awal. Hal ini akan mendorong investasi alat tangkap, cold chain, dan pengolahan ikan.
Program yang Diterapkan Pemerintah
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah merancang beberapa program untuk mendorong penyerapan tenaga kerja. Di antaranya adalah:
- Program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan membentuk 80 ribu unit usaha baru dengan estimasi penyerapan 681 ribu tenaga kerja dan target hingga 1 juta orang pada Desember 2025.
- Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dikembangkan di 100 desa dengan potensi serapan 8.645 tenaga kerja, serta proyeksi jangka panjang mencapai 4.000 titik yang dapat menciptakan hingga 200 ribu lapangan kerja.
- Revitalisasi tambak di kawasan Pantura seluas 20 ribu hektare diperkirakan mampu menyerap 168 ribu tenaga kerja. Program ini akan didukung dengan modernisasi kapal nelayan, termasuk pembangunan 1.000 kapal baru dan pengadaan kapal berkapasitas 30 GT hingga 2.000 GT untuk koperasi maupun BUMN.
- Program perkebunan rakyat melalui penanaman kembali 870 ribu hektare lahan ditargetkan membuka lebih dari 1,6 juta lapangan kerja baru.
Inisiatif-inisiatif ini akan diperkuat dengan paket penyerapan likuiditas yang sedang dipersiapkan oleh Kementerian Keuangan. Tujuannya adalah memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.