Presiden RI Akan Umumkan Paket Stimulus Ekonomi Hari Ini
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan mengumumkan paket kebijakan stimulus ekonomi pada hari ini, Senin (15/9/2025). Rencana pengumuman tersebut dilakukan setelah sejumlah menteri menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan. Mereka dipanggil untuk membahas berbagai kebijakan yang akan diambil guna mendukung perekonomian nasional.
Menurut pantauan di lokasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tiba di Istana sekitar pukul 11.43 WIB. Ia terlihat mengenakan kemeja putih dan membawa map bertuliskan “Rapat Koordinasi Terbatas – Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi (Semester II/2025)”.
Saat ditanya wartawan mengenai isi rapat maupun bentuk stimulus yang akan diumumkan, Purbaya tidak memberikan penjelasan detail. Ia hanya menyampaikan bahwa rapat tersebut akan membahas kebijakan stimulus ekonomi. Namun, ketika ditanyakan apakah stimulus benar-benar akan diumumkan hari ini, ia menjawab belum mengetahui hal itu. “Saya belum tahu, belum tahu,” ujarnya singkat.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh informasi tentang stimulus akan disampaikan setelah rapat usai. Dengan menunjuk map yang dibawanya, ia menekankan bahwa dokumen tersebut berisi informasi terkait stimulus ekonomi yang akan dikeluarkan.
Rencana Stimulus Ekonomi yang Diumumkan
Pemerintah rencananya akan mengumumkan paket stimulus ekonomi terbaru pada hari ini. Dari informasi yang didapatkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara siang hari ini. Setelah rapat tersebut, menteri terkait akan melakukan konferensi pers untuk mengumumkan paket stimulus ekonomi.
Sebelumnya, Airlangga sudah melakukan rapat dengan Purbaya untuk membahas paket stimulus ekonomi semester II/2025 di Kantor Kemenko Perekonomian pada Jumat (12/9/2025). Usai rapat, Airlangga menyampaikan kisi-kisi tujuh kebijakan ekonomi yang akan ditempuh pemerintah.
Berikut beberapa kebijakan utama yang akan diterapkan:
-
Insentif produktivitas dan magang bagi lulusan baru
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan memfasilitasi magang bagi mahasiswa yang baru lulus. Nanti akan dilakukan link and match, sehingga program magang dapat memberikan pendapatan. -
Perluasan pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) ditanggung pemerintah (DTP)
Saat ini, insentif pembebasan pajak hanya berlaku untuk buruh di sektor padat karya dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan. Kini akan diperluas untuk pekerja di sektor Horeca (Hotel, Restaurant, dan Cafe/Catering) atau pariwisata. -
Program bantuan pangan hingga akhir 2025
Bantuan pangan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. -
Jaminan kerja untuk pengemudi ojol
Berbagai jaminan seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kehilangan pekerjaan, dan jaminan kematian akan diberikan kepada pekerja lepas atau mitra ojek online. Pemerintah juga akan memberikan bantuan 50% biaya pembayaran BPJS Naker. -
Fasilitasi BPJS Naker untuk perumahan
Program ini mencakup fasilitas perumahan, renovasi, dan kepemilikan rumah bagi pekerja. -
Percepatan pencairan anggaran padat karya
Anggaran akan digunakan di sektor perhubungan dan perumahan untuk menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, ada beberapa program lain untuk stimulus ekonomi, termasuk implementasi Peraturan Pemerintah (PP) 28/2025 terkait deregulasi dan debirokrasi. Dalam beleid tersebut, aturan fiktif positif OSS (Online Single Submission) akan diberlakukan, yaitu izin usaha akan terbit otomatis jika instansi tidak memberikan keputusan dalam batas waktu service level agreement yang telah ditetapkan. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha.