Inisiatif BPJS Kesehatan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Partisipasi Masyarakat
Di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat dalam memahami pentingnya jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Banyak masyarakat masih belum sepenuhnya menyadari hak dan kewajiban mereka sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih efektif dan komunikatif agar informasi dapat sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Untuk menjawab tantangan ini, BPJS Kesehatan meluncurkan dua inisiatif strategis: Komunitas Paham Sistem JKN (KOMPAS JKN) dan Gerakan Relawan Daerah JKN (GARDA JKN). Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta memastikan layanan JKN dapat diakses secara merata dan mudah.
Peran KOMPAS JKN dalam Edukasi dan Pemahaman
KOMPAS JKN adalah wadah yang dibentuk di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman peserta JKN dan memudahkan akses informasi mengenai program tersebut. Komunitas ini melakukan kegiatan rutin untuk memperdalam pemahaman anggotanya tentang JKN secara berkelanjutan.
Sejak dimulai pada tahun 2024, saat ini telah ada 99 KOMPAS JKN aktif di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Anggota komunitas ini bervariasi, mulai dari kelompok penyandang disabilitas, komunitas penderita penyakit tertentu, kelompok pemberdayaan masyarakat hingga komunitas berbasis hobi. Dengan demikian, setiap komunitas dapat menyesuaikan informasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa kegiatan KOMPAS JKN diharapkan dapat memperkuat implementasi JKN di lapangan dan memberikan informasi terbaru bagi peserta yang masih belum paham. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh komunitas tersebut.
GARDA JKN sebagai Relawan yang Terlatih
Selain KOMPAS JKN, BPJS Kesehatan juga membentuk GARDA JKN, yaitu relawan yang terlatih untuk mendampingi masyarakat secara langsung dan memantau pelaksanaan program di lapangan. Relawan ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan atau training of trainers (ToT), sehingga mampu menjadi agen perubahan dan corong informasi terkait JKN.
Relawan GARDA JKN tidak hanya berperan dalam edukasi, tetapi juga terlibat dalam pemantauan pelaksanaan program JKN bersama pemangku kepentingan. Dengan demikian, berbagai area perbaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Uji coba implementasi GARDA JKN dilakukan selama tiga bulan pada tahun 2025. Sampai saat ini, jumlah relawan mencapai 180 orang dan akan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi masyarakat.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Dalam kegiatan GEMA KOMPAS JKN di Samarinda, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Rony Setiawati, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperkuat edukasi JKN melalui KOMPAS JKN dan GARDA JKN. Ia menekankan pentingnya membangun pemahaman yang kokoh di masyarakat mengenai manfaat JKN dan peran BPJS Kesehatan, bukan hanya sebagai penerima layanan, tetapi juga sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif JKN dengan target minimal 86%. Bahkan, anggaran daerah untuk mendukung Program JKN telah ditingkatkan. Harapan pemerintah adalah anggaran ini tidak hanya digunakan untuk mereka yang sakit, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Dampak Nyata dari KOMPAS JKN
Kegiatan GEMA KOMPAS JKN di Samarinda tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga ruang diskusi bagi berbagai komunitas untuk menyuarakan pentingnya jaminan kesehatan yang merata. Salah satu anggota KOMPAS JKN, Anni Juwairiyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Penyandang Disabilitas Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa keterlibatan komunitas dalam program ini memberikan dampak nyata.
“KOMPAS JKN menjadi wadah yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mendekatkan Program JKN dengan kebutuhan spesifik masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas,” ujar Anni Juwairiyah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Kaltim, Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Samarinda, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Samarinda dan Ketua Yayasan Support Kanker Indonesia Samarinda. Mereka semua memberikan dukungan penuh terhadap upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap JKN.