Purbaya Yudhi Sadewa: Tantangan Global dan Komitmen untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan rasa hormat atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menganggap amanah ini datang di tengah tantangan global yang semakin kompleks, baik dari segi geopolitik, teknologi, maupun perubahan ekonomi. Di dalam negeri, ia juga melihat adanya tantangan berupa program prioritas pemerintah yang harus didukung agar berjalan sesuai arah.
Dalam sambutannya saat menerima serah jabatan sebagai Menteri Keuangan, Purbaya menegaskan bahwa pekerjaan fiskal harus menjadi instrumen yang kuat dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia memohon dukungan seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk bekerja bersama dalam menjalankan tugas tersebut.
Tantangan Ekonomi Global dan Perubahan Iklim
Purbaya menyebutkan bahwa ekonomi global saat ini menghadapi tantangan besar. Perlambatan ekonomi di berbagai negara, ketegangan geopolitik, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi yang pesat dinilainya menimbulkan risiko sekaligus peluang bagi Indonesia. Menurutnya, geopolitik akan menjadi penentu arah perubahan, sehingga Indonesia tidak boleh mengabaikan dinamika global tersebut.
Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap kondisi terkini dan isu-isu strategis. Dalam menyusun kebijakan, perhatian tidak boleh terpecah pada isu-isu kecil yang justru menghambat kebijakan besar. Selain itu, ia mendorong agar jajaran terbiasa berdiskusi serta mendengar pandangan dari luar, bukan hanya dari kalangan internal yang cenderung sepakat, sehingga tidak terjebak dalam echo chamber.
Peran Teknologi dan Kesiapan Hadapi Perubahan Iklim
Purbaya juga menyoroti pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperoleh wawasan baru. Sebagai negara yang penting terhadap kebijakan alam, Indonesia harus bersiap untuk menghadapi risiko perubahan iklim yang akan berdampak pada sektor-sektor kunci seperti pertanian, perikanan, dan energi. Peran Kementerian Keuangan dalam merancang kebijakan fiskal yang mendukung pembangunan berkelanjutan sangat krusial.
Fokus pada RAPBN 2026
RAPBN 2026 dirancang untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan disiplin anggaran, sekaligus tetap berpihak kepada rakyat. Fokus utamanya diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan layanan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Melalui RAPBN tersebut, pemerintah berupaya memastikan belanja negara lebih efektif, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Prinsip Kehati-hatian dan Integritas
Purbaya menekankan bahwa prinsip kehati-hatian harus senantiasa dijaga agar RAPBN tetap sehat, andal, dan mampu menopang agenda pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikelola merupakan milik rakyat, sehingga terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan dana tersebut digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat.
Kementerian Keuangan adalah institusi yang besar dengan puluhan ribu pegawai yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Sebagai institusi yang mengelola keuangan negara, mereka harus selalu menjaga integritas dalam setiap tindakan yang dilakukan. Purbaya menilai integritas adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, dan Kementerian Keuangan harus tetap menjadi institusi yang dipercaya oleh publik.
Komitmen untuk Kepentingan Rakyat
Menjelang penutup pidatonya, Purbaya mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk menjaga semangat pengabdian, bekerja dengan integritas, serta memperkuat rasa kebersamaan. Menurutnya, mereka adalah penjaga keuangan negara dan keberhasilan yang dicapai akan menentukan tingkat kepercayaan rakyat kepada negara.
Ia menutup pidatonya dengan kerendahan hati, memohon dukungan dari seluruh pekerja Kementerian Keuangan. Ia percaya bahwa hanya dengan kerjasama, sinergi, dan ketulusan, mereka mampu menjalankan amanah besar ini.