Optimisme Menteri Keuangan Terhadap Pemulihan Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menunjukkan keyakinan bahwa perekonomian Republik Indonesia akan segera pulih dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan. Pernyataan ini disampaikan setelah pelantikannya di Istana Negara pada Senin (8/9/2025). Ia menyebutkan bahwa dalam jangka waktu tersebut, kondisi ekonomi bisa kembali cerah.
Purbaya menekankan bahwa fokus utamanya adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi RI. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah sempat melemah saat pelantikannya, ia yakin bahwa perlahan kondisi pasar akan pulih dalam seminggu atau dua minggu mendatang.
Faktor Kunci Keberhasilan Menkeu Baru
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa keberhasilan Purbaya dalam menghadapi tantangan ekonomi tergantung pada langkah-langkah yang diambilnya. Ia menekankan pentingnya kepercayaan publik dalam menjalankan program-program pemerintah.
Bhima menyebutkan beberapa langkah penting yang perlu dilakukan oleh Menteri Keuangan baru:
-
Memastikan Strategi Penerimaan Pajak
Memperhatikan daya beli masyarakat menengah dan bawah sangat penting. Contohnya dengan menurunkan tarif PPN menjadi 8 persen dan menaikkan PTKP menjadi Rp 7 juta per bulan. Selain itu, pajak produksi batubara dan pajak windfall profit juga harus diperhatikan untuk mengoptimalkan penerimaan negara. -
Transparansi Anggaran
Efisiensi anggaran harus dilakukan dengan dasar kajian makroekonomi yang transparan. Hal ini tidak boleh mengganggu pelayanan publik dan infrastruktur dasar. Evaluasi efisiensi yang salah dari Menteri Keuangan sebelumnya juga perlu dilakukan agar tidak merugikan masyarakat. -
Restrukturisasi Utang Pemerintah
Purbaya diminta untuk segera melakukan restrukturisasi utang, menekan beban bunga utang, serta membuka ruang debt swap for energy transition. Selain itu, debt swap for nature dan debt cancellation juga perlu dipertimbangkan. -
Evaluasi Belanja Perpajakan
Evaluasi seluruh belanja perpajakan yang merugikan keuangan negara sangat penting. Perusahaan yang telah mendapatkan tax holiday dan tax allowances wajib diaudit untuk melihat dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja. Insentif fiskal tidak boleh memperburuk ketimpangan antara perusahaan besar dan UMKM.
Fokus Menteri Keuangan Baru
Ekonom INDEF sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Ariyo Irhamna, menyatakan bahwa pergantian Menteri Keuangan tidak mengejutkannya. Ia menilai adanya perbedaan ideologis antara Sri Mulyani dan Prabowo sejak awal.
Ariyo menilai bahwa pergantian ini konsisten dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berdaulat. Ia menilai bahwa Purbaya akan fokus pada pemulihan ekonomi sambil menjaga stabilitas fiskal dan sosial.
Untuk mendukung pemulihan ekonomi, Ariyo menyarankan beberapa langkah seperti meningkatkan PTKP menjadi Rp 75–80 juta per tahun dan menurunkan tarif PPN menjadi 10 persen. Selain itu, kebijakan fiskal harus diimplementasikan secara hati-hati dan tepat sasaran agar APBN tetap sehat dan efektif.
Ariyo juga menyoroti pentingnya komunikasi dan profesionalisme birokrasi Kemenkeu. Pasar membutuhkan waktu untuk menilai arah kebijakan baru, sehingga penurunan IHSG pasca-pelantikan Purbaya dianggap sebagai respons wajar.