Penutupan Jabatan Direktur IPAL di PDAM Makassar
Posisi Direktur Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar kemungkinan akan dihapus. Hal ini terjadi karena jabatan tersebut tidak termasuk dalam seleksi jabatan Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebelumnya, posisi ini hadir sejak tahun 2022, tepat pada masa jabatan Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang kedua.
Pemkot Makassar membuka lelang jabatan untuk posisi Direktur IPAL sebagai bagian dari persiapan pengelolaan proyek strategis nasional, yaitu IPAL Losari. Ayman Adnan menjadi direktur pertama yang menjabat posisi tersebut, bertanggung jawab atas operasional IPAL Losari di bawah PDAM Makassar. Posisi ini dianggap penting karena berkaitan dengan pengelolaan limbah domestik di kawasan pesisir Makassar, khususnya wilayah Metro Tanjung Bunga.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkot Makassar, Muh Amri, mengonfirmasi bahwa dalam seleksi jabatan kali ini, posisi Direktur IPAL tidak dibuka. Hanya empat posisi direksi yang dibuka, yaitu Direktur Utama, Direktur Umum dan Pelayanan, Direktur Teknik, serta Direktur Keuangan. Menurut Amri, arahan terakhir adalah menghilangkan jabatan Direktur IPAL.
Meski begitu, Amri belum mengetahui alasan pasti di balik keputusan tersebut. Ia menduga hal ini berkaitan dengan pengelolaan proyek IPAL Losari. Saat ini, Pemkot Makassar masih melakukan kajian apakah proyek tersebut akan diserahkan kepada PDAM atau tetap dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Aturan jumlah direksi diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Jumlah direksi ditentukan oleh kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Makassar, berdasarkan kebutuhan dan kemampuan keuangan BUMD. Penyesuaian bisa dilakukan sesuai tantangan BUMD di masa depan.
Pendaftaran Jabatan Direksi dan Dewas PDAM Makassar
Jabatan Direksi dan Dewas Perusda Kota Makassar menarik banyak minat. Pada hari terakhir pendaftaran, hingga pukul 16.30 Wita, tercatat 804 calon pendaftar telah mendaftar. Dari jumlah tersebut, 174 orang sudah memfinalisasi pendaftaran. Sementara itu, masih banyak peserta yang belum mengunggah dokumen persyaratan.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi yang disiapkan. Batas akhir pendaftaran adalah Senin (25/8/2025) pukul 23.59 Wita. Tim perekrutan sedang memantau peserta yang telah mengunggah dokumen namun belum memfinalisasi lamaran. “Banyak pendaftar sudah upload berkas tapi belum memfinalisasi pendaftaran. Itu harus diklik supaya masuk ke sistem,” ujar Amri.
Ia menambahkan, “Kalau tidak diklik, tidak terhitung sebagai pendaftar. Jadi kita tracking dan hubungi mereka supaya difinalkan.” Ketua Tim Seleksi (Timsel), Prof Aswanto, menyatakan bahwa panitia akan melakukan verifikasi tahap kedua untuk mencocokkan syarat pendaftaran dengan dokumen pelamar. Pengumuman insyaallah dilakukan pada Kamis mendatang.
Tim juga tidak memperpanjang pendaftaran. Untuk membantu verifikasi administrasi, tim telah ditambah. Prof Aswanto menyebut pelamar didominasi warga Makassar. Kota Makassar memiliki populasi sekitar 1.398.804 jiwa pada tahun 2025, menjadikannya salah satu kota terbesar di Indonesia. Selain itu, Makassar merupakan pusat pertumbuhan utama di kawasan timur Indonesia. Dengan luas wilayah sekitar 199,26 km², kepadatan penduduknya cukup tinggi dan terus meningkat setiap tahun.