Status Gunung Ili Lewotolok Saat Ini
Gunung Ili Lewotolok, yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, saat ini berada dalam status Level III atau siaga. Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Fajaruddin M. Balido, melaporkan kondisi gunung selama enam jam terakhir pada Rabu 23 Juli 2025, dari pukul 00:00 hingga 06:00 Wita.
Secara geografis, Gunung Ili Lewotolok berada di Latitude -8.272°LU dan Longitude 123.505°BT dengan ketinggian mencapai 1423 mdpl. Dalam laporan yang diterbitkan, Fajaruddin menjelaskan bahwa pengamatan visual menunjukkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi sekitar 25-50 meter dari puncak.
Cuaca pada periode tersebut tercatat cerah hingga berawan. Angin lemah bertiup ke arah tenggara dan barat. Suhu udara sekitar 23-25°C. Berdasarkan data kegempaan, Gunung Ili Lewotolok mengalami beberapa jenis gempa:
- Gempa Letusan/Erupsi: Sebanyak 11 kali dengan amplitudo 6.6-21.4 mm dan durasi gempa antara 35-47 detik.
- Gempa Hembusan: Sebanyak 24 kali dengan amplitudo 1.6-5.8 mm dan durasi gempa antara 28-36 detik.
- Gempa Vulkanik Dalam: Sekali dengan amplitudo 2.3 mm, S-P 0.9 detik, dan durasi gempa 12 detik.
Rekomendasi dari Petugas
Berdasarkan hasil pengamatan, petugas memberikan beberapa rekomendasi penting untuk masyarakat dan pengunjung:
-
Wilayah Radius 2 km: Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas gunung. Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona juga harus waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah gunung.
-
Wilayah Selatan dan Tenggara: Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, pengunjung, pendaki, wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas. Mereka juga perlu waspada terhadap ancaman guguran atau longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.
-
Wilayah Barat: Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, pengunjung, pendaki, wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka diminta tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas. Mereka juga perlu waspada terhadap ancaman guguran atau longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah.
-
Pencegahan Gangguan Kesehatan: Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) atau gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok disarankan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
-
Waspadai Potensi Lahar: Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman lahar, terutama saat musim hujan.