Penyakit Gastritis Kronis yang Menimbulkan Bahaya Serius

Gastritis kronis, atau radang lambung kronis, merupakan kondisi peradangan pada dinding lambung yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Meski sering dianggap sepele, penyakit ini dapat menimbulkan risiko yang sangat serius jika tidak segera ditangani dengan tepat. Banyak penderita tidak menyadari gejalanya karena gejala umumnya terasa ringan, seperti perut kembung, nyeri di bagian ulu hati, penurunan berat badan, sesak di dada, hingga mual dan muntah.

Namun, jika dibiarkan tanpa pengobatan, gastritis kronis dapat merusak lapisan lambung secara permanen dan meningkatkan risiko kanker lambung. Penyebab utamanya antara lain kebiasaan merokok, pola makan tinggi lemak atau garam, serta penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Hal ini dialami oleh Bintang Henrizky, seorang wanita berusia 27 tahun.

Pengalaman Bintang dengan Gastritis Kronis

Awalnya, Bintang mengalami nyeri perut hebat dan dirawat di RSPAD menggunakan BPJS Kesehatan. Setelah dilakukan tindakan endoskopi, dokter menegaskan bahwa ia menderita gastritis kronis aktif. “Tahun lalu saya sempat merasakan sakit perut hebat lalu saya dirawat di RSPAD menggunakan BPJS Kesehatan dan dokter melakukan pemeriksaan melalui endoskopi. Lalu, dari pemeriksaan endoskopi itulah saya didiagnosis gastritis kronis aktif,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan dan pengobatan, kondisi kesehatannya membaik. Namun, pada Juli 2025, Bintang kembali mengalami sakit perut yang semakin parah. Ia tidak bisa makan karena mual, bahkan berat badannya turun sampai 10 kilogram. Ia kemudian datang ke klinik sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk berobat.

“Pulang dari RSPAD saya sudah merasa enak, tapi Juli kemarin ternyata sakit perut saya kambuh lagi malah makin parah. Saya nggak bisa makan dan berat badan saya juga turun sampai 10 kilogram. Saya sampai dua kali klinik karena sakit perut saya tak kunjung membaik,” ceritanya.

Proses Pengobatan dan Manfaat BPJS Kesehatan

Meskipun telah berobat, sakit perut Bintang tidak kunjung sembuh. Akhirnya, ia kembali ke klinik untuk meminta rujukan menggunakan BPJS Kesehatan agar tidak ada biaya untuk perawatan di rumah sakit. “Akhirnya dari klinik merujuk saya ke rumah sakit dan saya menggunakan BPJS Kesehatan. Alhamdulillahnya dari awal pakai BPJS Kesehatan, sejauh ini nggak ada biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.

Bintang saat ini terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Awalnya, ia memiliki BPJS Kesehatan karena disarankan oleh tenaga medis untuk operasi tiroid agar tidak mengeluarkan biaya. Hingga akhirnya ia mendaftarkan diri menjadi peserta JKN.

Pembayaran Iuran JKN Melalui Marketplace

Untuk pembayaran iuran JKN, Bintang mengaku melakukannya melalui salah satu marketplace atau e-commerce. “Pembayaran iuran saya lakukan sendiri, biasanya lewat Tokopedia. Saya bersyukur punya BPJS Kesehatan karena jika tidak punya saya bisa mengeluarkan puluhan juta. Tapi dengan adanya BPJS Kesehatan saya dapat berobat tanpa cemas memikirkan biaya,” jelasnya.

Ia juga merasakan kemudahan terkait administrasi BPJS Kesehatan saat melakukan perawatan di rumah sakit. Terlebih, saat ini sudah ada aplikasi Mobile JKN yang memiliki fitur untuk urusan administrasi di FKTP karena bisa mendaftar antrian online dan mengubah faskes tanpa harus datang langsung.

Pentingnya BPJS Kesehatan bagi Masyarakat

Bintang menilai keberadaan BPJS Kesehatan sangat penting, terutama untuk pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan rutin seperti dirinya. Ia pun mendorong masyarakat agar memanfaatkan program BPJS Kesehatan. Menurutnya, manfaat BPJS Kesehatan ini sangat besar untuk jaminan kesehatan masa depan.

“Saya pribadi merasakan banget manfaatnya. Saya selalu merekomendasikan BPJS ke teman-teman, karena penting banget untuk jaminan kesehatan masa depan. Saya dan kakak sering bolak-balik rumah sakit dan benar-benar merasakan sendiri betapa membantu program ini,” tutupnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *