Cara Mencegah Mata Katarak yang Efektif
Katarak menjadi salah satu masalah kesehatan mata yang sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia, terutama di wilayah yang terpapar sinar matahari sepanjang tahun. Meski usia lanjut adalah faktor utama penyebab katarak, kondisi ini tidak sepenuhnya tak terhindarkan. Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena katarak.
1. Memeriksa Kesehatan Mata Secara Rutin
Pemeriksaan rutin ke dokter mata sangat penting dalam mendeteksi dini tanda-tanda katarak. Dengan memeriksa mata secara berkala, dokter dapat menangani katarak pada tahap awal, sehingga pengobatan lebih mudah dan efektif. Orang dewasa disarankan memeriksa mata setiap dua tahun hingga usia 50 tahun. Setelah itu, pemeriksaan dilakukan setahun sekali. Jika Anda memiliki riwayat diabetes atau penyakit lain, pemeriksaan harus lebih intensif.
2. Melindungi Mata dari Paparan Sinar UV
Sinar ultraviolet (UV) dapat merusak protein di lensa mata, meningkatkan risiko katarak. Untuk melindungi mata, gunakan kacamata hitam yang mampu menyerap minimal 99% sinar UV serta topi lebar saat berada di bawah sinar matahari langsung. Hindari paparan sinar matahari berlebihan, terutama saat aktivitas luar ruangan.
3. Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Keseluruhan
Kondisi tubuh yang sehat merupakan fondasi utama mencegah berbagai penyakit, termasuk katarak. Penyakit seperti diabetes atau penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko katarak. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter sangat penting.
4. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Makanan kaya antioksidan seperti lutein, zeaxanthin, vitamin C, dan vitamin E membantu melindungi lensa mata dari kerusakan. Konsumsi sayuran hijau tua, buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan kiwi, serta minyak nabati dan kacang almond dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan.
5. Menjaga Berat Badan yang Seimbang
Obesitas dapat memicu diabetes, yang merupakan salah satu faktor risiko katarak. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga rutin sangat dianjurkan.
6. Berhenti Merokok
Merokok menyebabkan peningkatan radikal bebas di mata, yang berpotensi memperbesar risiko katarak. Jika sulit berhenti sendiri, carilah bantuan medis atau psikolog untuk membantu proses tersebut.
7. Mengurangi Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko katarak. Batasi atau hindari konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan mata.
Program Operasi Katarak Gratis di Kalimantan Tengah
Selain langkah pencegahan, ada inisiatif sosial yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan. Contohnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar operasi katarak gratis untuk mendukung penurunan prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Klinik Mata Vision Center, Kapuas, Kalimantan Tengah, pada 4-5 Juli 2025.
Bersama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI), BCA menjangkau 191 mata masyarakat di Kabupaten Kapuas. Program ini tidak hanya membantu pemulihan penglihatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk kembali aktif dan mandiri.
Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, katarak masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan yang bisa ditangani dengan intervensi medis. Namun, akses layanan kesehatan yang tidak merata masih menjadi tantangan. “Kami berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kabupaten Kapuas, yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, membutuhkan kondisi fisik optimal, termasuk ketajaman penglihatan. Operasi katarak gratis ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, agar mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif.
Pengurus SPBK PERDAMI Pusat Dyana Theresia Watania menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya tentang tindakan medis, tetapi juga tentang memulihkan harapan dan kualitas hidup. Ia berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama ini dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan di seluruh Indonesia.