Penelitian Kompolnas di Lokasi Kematian Diplomat Kemlu

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan kunjungan ke lokasi penemuan mayat diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru, yang ditemukan di sebuah rumah kos di Menteng, Jakarta Pusat. Kunjungan ini dilakukan pada Selasa (22/7/2025) untuk memeriksa berbagai aspek penting di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan fakta-fakta relevan dalam penyelidikan.

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menjelaskan bahwa pihaknya telah menelusuri kondisi fisik kamar korban, termasuk plafon, kasur, serta posisi kunci pintu. Tim juga memeriksa barang-barang pribadi milik ADP yang diduga berkaitan dengan kematiannya. Selain itu, Kompolnas turut mendalami aktivitas pekerjaan dan interaksi korban dengan lingkungannya.

Menurut Choirul Anam, penjaga kos adalah orang pertama yang menemukan ADP dalam keadaan meninggal dunia. Oleh karena itu, Kompolnas meminta penjaga kos memperagakan cara membuka pintu. Hasilnya, slot kunci hanya bisa dibuka dari dalam dan saat dibuka dalam keadaan terkunci.

Kompolnas juga memeriksa plafon kamar, plafon kamar mandi, saluran air, serta posisi barang-barang di dalam ruangan. Tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan atau upaya masuk paksa. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah ada kemungkinan orang lain masuk atau keluar sebelum korban ditemukan.

Sebelum meninjau TKP, Kompolnas terlebih dahulu bertemu dengan keluarga ADP di Yogyakarta pada Minggu (20/7/2025). Dari pertemuan tersebut, Kompolnas memperoleh informasi penting yang belum pernah muncul sebelumnya, termasuk kronologi sebelum dan sesudah peristiwa. Informasi tersebut akan diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk pendalaman lebih lanjut.

Soal penyebab kematian, Choirul Anam menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil visum dan autopsi dari kepolisian. Ia menyatakan bahwa hasil otopsi bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan, tergantung tingkat spesifikasi. Kompolnas tidak ingin berspekulasi, termasuk menanggapi dugaan percobaan bunuh diri yang sempat beredar. Ia menekankan agar informasi yang disampaikan berbasis fakta dan tidak menyakiti keluarga yang sedang berduka.

Sistem Penguncian Pintu dan Pemantauan CCTV

Kompolnas mendalami sistem penguncian pintu kamar. Terdapat dua jenis kunci, yaitu kunci utama dan slot manual yang hanya bisa dikunci dari dalam. Choirul Anam menjelaskan bahwa posisi kunci slot terkunci, yang telah dikonfirmasi langsung oleh penjaga. Pihaknya juga memeriksa rekaman CCTV di area kos yang berfungsi dan mencakup durasi sebelum dan sesudah kejadian.

Rekaman CCTV pada Selasa (8/7/2025) pukul 00.27 WIB menunjukkan penjaga mondar-mandir di depan kamar ADP sambil berbicara lewat telepon. Beberapa saat kemudian, ia kembali berdiri cukup lama di depan kamar, diduga masih berbicara lewat telepon. Pukul 05.20 WIB, ia kembali terlihat melintas, kali ini mengenakan kemeja putih dan celana pendek sambil membawa sapu. Ia sempat mengintip ke arah jendela kamar ADP sebelum akhirnya berbalik arah.

Seorang tetangga kos, Nurman (nama samaran), mengaku jarang melihat korban membawa tamu. Menurut dia, kos tempat mereka tinggal memiliki sistem keamanan ketat dengan akses kartu. Pemilik kos juga cukup ketat, jika ada tamu pasti diawasi dan pemilik akan bertanya.

Interaksi dengan Keluarga dan Penjaga Kos

Kompolnas juga mencocokkan komunikasi antara istri korban dan penjaga kos secara rinci, hingga ke detik per detiknya. Choirul Anam menjelaskan bahwa komunikasi antara istri korban dan penjaga dapat diperoleh lengkap, bahkan menit per menitnya. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme investigasi serta tidak mendahului hasil autopsi resmi.

Ia menyatakan bahwa cepat tapi tidak profesional, itu rugi, begitu pula dengan cepat tapi tidak kredibel. Kompolnas mendorong agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan kredibel sebagai prioritas utama.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *