Siswi di Sumatera Utara Viral karena Berhenti Sekolah, Pihak Sekolah Bantah Alasan Uang Rekreasi
Seorang siswi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah video yang menunjukkan dirinya menangis dan mengaku berhenti sekolah karena malu ditagih uang rekreasi sebesar Rp350 ribu viral di media sosial. Video tersebut memicu perbincangan luas dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai alasan sebenarnya.
Intan Mutiara, siswi MTs Darul Muhsinin, Dusun Aman Makmur, Desa Hajoran, Kecamatan Sungai Kanan, awalnya menyatakan bahwa dirinya tidak melanjutkan pendidikannya karena belum membayar biaya rekreasi perpisahan jalan-jalan. Ia menjelaskan bahwa biaya awalnya sebesar Rp480 ribu, namun hanya mencicil sebagian sehingga tersisa Rp350 ribu. Intan Mutiara juga sempat meminta perpanjangan waktu kepada pihak sekolah, tetapi tidak diberikan.
Dalam video yang tersebar, Intan Mutiara mengatakan, “Saya tidak ikut pak, karena saya nggak bisa bayar.” Ia juga menyampaikan bahwa ia ingin melanjutkan sekolah, tetapi keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan.
Namun, beberapa hari kemudian muncul rekaman baru dari Intan Mutiara yang menyatakan bahwa informasi dalam video sebelumnya adalah hoaks. Ia mengklaim bahwa alasan dirinya berhenti sekolah bukan karena uang rekreasi, melainkan karena ingin bekerja dan membantu beban ibunya. Intan Mutiara juga menyatakan bahwa dirinya memang tidak ingin melanjutkan sekolah lagi.
Penjelasan Pihak Sekolah
Kepala MTs Darul Muhsinin, Asri Candra, memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Ia menegaskan bahwa video dan pernyataan Intan Mutiara tidak benar dan disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Asri menilai bahwa video tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Menurut Asri, Intan Mutiara lulus dari MI Darul Muhsinin pada 2024 lalu. Saat itu, sekolah menggelar rapat bersama wali murid untuk membahas masalah perpisahan. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa akan digelar rekreasi bersama dengan anggaran dana sebesar Rp480 ribu per siswa. Biaya tersebut dibagi menjadi dua bagian: Rp280 ribu untuk kegiatan di lingkungan sekolah, seperti pentas seni dan makan, serta Rp200 ribu untuk rekreasi ke Aeng si Joni.
Asri mengatakan bahwa Intan Mutiara tidak ikut kegiatan rekreasi tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pihak sekolah tidak mempermasalahkan utang tersebut dan bahkan memberikan bantuan berupa buku sekolah gratis, seragam gratis, serta tidak perlu membayar SPP selama satu tahun.
Alasan Intan Mutiara Berhenti Sekolah
Asri menjelaskan bahwa Intan Mutiara awalnya melanjutkan sekolah di MTs Darul Muhsinin. Di kelas 7, semua berjalan lancar hingga semester 1 berakhir. Namun, di semester 2, Intan Mutiara tidak lagi masuk ke sekolah. Pihak sekolah kemudian mengirimkan perwakilan guru untuk mendatangi rumah siswi tersebut.
Setelah berdiskusi dengan orang tua Intan Mutiara, pihak sekolah mendapatkan informasi bahwa siswi tersebut berhenti sekolah karena ingin bekerja. Asri menegaskan bahwa Intan Mutiara tidak lagi sekolah karena alasan tersebut, bukan karena masalah uang rekreasi.
Meskipun demikian, Asri menyatakan bahwa Intan Mutiara masih terdaftar sebagai siswi aktif meski tidak hadir di sekolah. Dewan guru sepakat menaikkan kelas Intan Mutiara ke kelas 8. Asri berharap siswinya itu dapat melanjutkan pendidikannya agar tidak terputus.