Prancis Siap Hadapi Demonstrasi Besar-besaran
Pada Kamis, 18 September 2025, Prancis akan menghadapi demonstrasi besar-besaran yang diperkirakan diikuti oleh sekitar 800.000 orang. Aksi ini menjadi unjuk rasa yang langka, di mana serikat buruh memanggil rakyat untuk melakukan aksi mogok sebagai protes terhadap rancangan anggaran pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi utang negara yang semakin membengkak.
Lalu lintas jalan raya, kereta api, dan layanan udara diperkirakan akan terganggu, sementara banyak sekolah akan ditutup pada hari tersebut. Inti dari kerusuhan ini adalah rancangan anggaran tahun 2026 yang menurut serikat pekerja memberlakukan langkah-langkah penghematan yang ketat. Rencana tersebut mencakup pembekuan anggaran kesejahteraan sosial dan potensi pemotongan layanan publik.
Masalah reformasi pensiun telah menjadi titik api sejak tahun 2023 ketika negara menaikkan usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun. Kebijakan ini memicu kemarahan di kalangan masyarakat, yang kembali berkobar akibat rencana anggaran ini.
Erdogan Mengkritik Netanyahu dengan Keras
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas serangan Israel terhadap tim negosiasi Hamas di Qatar pekan lalu. Ia menyebut bahwa secara ideologis, Netanyahu seperti kerabat Hitler. Pernyataan ini disampaikan oleh Erdogan saat ia kembali dari Doha setelah menghadiri pertemuan puncak darurat Arab-Islam menyusul serangan udara Israel.
Erdogan menilai bahwa serangan terhadap tim negosiasi Hamas adalah tantangan nyata terhadap tatanan dan hukum internasional. Ia mengatakan bahwa kepemimpinan Israel telah mengubah pola pikir radikal mereka menjadi tidak lebih dari sekadar jaringan pembunuh yang dibangun di atas ideologi fasis. Ia juga menyatakan bahwa Netanyahu akan menghadapi nasib akhir yang sama seperti Hitler, yang tidak dapat meramalkan kekalahan yang akan menimpanya.
Warga Palestina Mulai Tinggalkan Gaza
Ribuan warga Palestina mulai meninggalkan Kota Gaza di tengah serangan bom Israel. Serangan ini merupakan yang paling brutal dalam dua tahun perang antara Israel dan Hamas. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut bahwa Gaza sedang terbakar.
Warga Palestina berjalan di sepanjang Jalan al-Rashid di pesisir pantai dengan latar belakang asap hitam yang mengepul dari kota yang hancur. Banyak dari mereka membawa perabotan dan harta benda terakhir mereka dalam mobil van dan gerobak keledai. Awalnya, banyak warga berjanji untuk tetap tinggal di kota tersebut, namun intensifikasi serangan membuat banyak gedung tinggi hancur, serta rumah-rumah dan infrastruktur sipil musnah.
Warga yang mampu berusaha melarikan diri menuju selatan, meskipun tidak ada jaminan zona aman untuk berlindung. Situasi ini menunjukkan betapa parahnya konflik yang terjadi di wilayah tersebut.