Jongkolphan Kititharakul Berhasil Bawa Ganda Putri Thailand ke Babak Final Kejuaraan Asia Junior 2025

Jongkolphan Kititharakul, pebulu tangkis ganda putri asal Thailand, kini menjalani peran barunya sebagai pelatih pada Kejuaraan Asia Junior 2025. Setelah sebelumnya menghabiskan waktu di Indonesia dalam dua turnamen BWF World Tour di Istora Senayan, Jakarta, yaitu Indonesia Masters dan Indonesia Open 2025, ia kembali hadir untuk membantu tim nasional Thailand.

Kititharakul memutuskan pensiun dari karier bulu tangkis setelah Olimpiade Paris 2024. Kini, ia berupaya memberikan kontribusi baru dengan menjadi pelatih ganda putri. Tugas ini menunjukkan dedikasinya terhadap olahraga yang telah ia geluti selama bertahun-tahun.

Pada Kejuaraan Asia Junior 2025, Kititharakul berhasil membawa satu-satunya wakil Thailand di babak semifinal. Anak didiknya, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, yang merupakan unggulan kelima, berhasil mengalahkan pasangan ganda putri Indonesia, Rinjani Kwinara Nastine/Riska Anggraini. Pertandingan yang digelar di GOR Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, berlangsung sengit dengan skor akhir 21-14, 21-19.

Kititharakul menyebut bahwa kemampuan antara anak didiknya dan lawan mereka hampir seimbang. Namun, faktor kesiapan dan fokus di lapangan menjadi penentu kemenangan. Ia menilai pasangan Thailand memiliki keterampilan dan pola permainan yang baik, meskipun berbeda dari pasangan pertama Thailand yang gagal melaju ke babak final.

Di babak final, Hathaithip/Mijad akan menghadapi pasangan China, Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian. Meski mengakui kekuatan lawan, Kititharakul tetap optimistis. Ia berharap anak didiknya bisa meraih medali emas pertama bagi Thailand di ajang tersebut, setelah sebelumnya hanya mampu meraih medali perak pada nomor beregu.

“Untuk pemain China, mereka sangat kuat. Kita harus mengikuti rencana kita. Kita tidak bertarung dengan kekuatan, tapi dengan sesuatu yang berbeda,” ujar Kititharakul.

Selain tugas sebagai pelatih ganda putri, Kititharakul juga bekerja sama dengan Rawinda Prajongjai, yang kini menjadi pelatih junior di sektor ganda campuran. Ia menyatakan bahwa peran pelatih jauh lebih menantang dibandingkan saat ia masih bermain. “Saya pikir sangat berbeda karena pelatih lebih bersemangat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia mulai memahami betapa pentingnya mendukung para atlet agar bisa sukses dan berkembang. “Saya tidak ingin terlalu berlebihan saat bermain, tapi saya benar-benar peduli pada mereka,” tambahnya.

Sebelum pensiun, Kititharakul dan Prajongjai meraih gelar juara terakhir pada Thailand Open 2025. Kini, ia fokus pada peran barunya sebagai pelatih, sambil tetap menjaga hubungan baik dengan penggemarnya di Indonesia.

Kititharakul menyampaikan rasa senang karena penggemarnya di Indonesia masih ingat padanya meski sudah pensiun. “Fans saya juga mengirim pesan di Instagram karena mereka tahu saya akan datang ke Indonesia,” ujarnya. “Itulah mengapa saya sangat senang karena saya sudah pensiun, tetapi mereka masih tidak melupakan saya.”

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *