Program Magang Digaji untuk Lulusan Baru, Solusi untuk Peningkatan Keterlibatan Tenaga Kerja
Pemerintah telah meluncurkan program magang berbayar khusus bagi lulusan baru. Program ini menjadi salah satu dari delapan paket kebijakan ekonomi yang diumumkan oleh pemerintah. Tujuan utama dari program ini adalah mempercepat proses penyerapan lulusan baru ke dunia kerja sambil memberikan pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Setiap peserta akan menerima uang saku atau insentif yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sekitar 10 persen dari seluruh lulusan universitas dapat langsung terserap ke dunia kerja melalui skema magang ini. Anggaran sebesar Rp198 miliar telah disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Durasi program magang berbayar ini diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Berikut beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon peserta:
- Lulusan baru atau lulusan maksimal satu tahun sebelumnya.
- Tidak ada batasan usia, sehingga siapa pun yang baru lulus bisa mengikuti program ini, bahkan jika usianya lebih dari 23–24 tahun.
- Masa magang selama enam bulan.
- Uang saku atau gaji setara UMP.
- Kuota terbatas hanya 20.000 peserta untuk tahun pertama pelaksanaan.
Bagi lulusan perguruan tinggi yang sudah melewati masa satu tahun setelah wisuda dan belum mendapat pekerjaan, tersedia program lain melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program tersebut mencakup peningkatan produktivitas melalui re-training dan re-skilling. Program ini menjadi jalur yang sesuai dengan kebijakan yang dijalankan oleh Kemenaker.
Program magang berbayar ini dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri. Setiap daerah akan menyesuaikan link-and-match dengan kebutuhan tenaga kerja lokal. Khusus untuk daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), pemerintah pusat akan mengambil alih penempatan peserta.
Lima Program Paket Ekonomi untuk Penyerapan Tenaga Kerja
Selain program magang berbayar, pemerintah juga terus mendorong berbagai program strategis untuk memperluas lapangan kerja di berbagai sektor. Melalui paket ekonomi yang akan dijalankan, setidaknya ada lima program besar yang diproyeksikan menyerap jutaan tenaga kerja di seluruh Indonesia.
-
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Program ini menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi baru. Hingga 14 September 2025, tercatat 81.487 koperasi berbadan hukum, dengan proyeksi menyerap 681 ribu orang. Targetnya meningkat hingga 1,38 juta orang. -
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)
Program KNMP ini menargetkan 100 desa dengan estimasi serapan 8.645 tenaga kerja untuk tahun ini. Dalam jangka panjang, pembangunan 4.000 titik KNMP diperkirakan menciptakan hingga 200 ribu lapangan kerja. -
Revitalisasi Tambak Pantura
Revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara Jawa mencakup area seluas 20.000 hektar. Program ini diproyeksikan menyerap hingga 168 ribu tenaga kerja. -
Modernisasi Kapal Nelayan
Melalui modernisasi 1.000 kapal nelayan, pemerintah menargetkan penciptaan hampir 200 ribu lapangan kerja baru. -
Perkebunan Rakyat
Program penanaman kembali 870 ribu hektare lahan perkebunan diproyeksikan membuka 1,6 juta lapangan kerja dalam 2 tahun. Komoditas utama meliputi: tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala.
Dengan adanya berbagai program seperti ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesempatan kerja dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.