Pembalap Alpine Menyatakan Tidak Ada Kemungkinan Bottas Bergabung
Valtteri Bottas, pembalap cadangan Mercedes, sedang diisukan akan bergabung dengan tim Alpine. Namun, Pierre Gasly, salah satu pembalap utama Alpine, menyangkal isu tersebut. Gasly menganggap rumor ini terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menyatakan bahwa setiap akhir pekan, ia dan rekan setimnya membuktikan kemampuan mereka dalam mobil Alpine.
Gasly percaya bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam performa timnya. Meskipun Alpine saat ini sedang menghadapi kesulitan, khususnya setelah GP Inggris yang membuat mereka berada di dasar klasemen konstruksi dengan 19 poin, Gasly tetap optimistis. Ia yakin posisi pembalap utama di Alpine tidak akan digeser oleh Bottas.
Sejarah Tim Alpine
Tim Alpine memiliki sejarah panjang dalam dunia Formula 1. Pada tahun 2012, nama tim berubah dari Renault menjadi Lotus. Sebelumnya, tim pernah menggunakan nama Benetton dari tahun 1986 hingga 2001 sebelum beralih ke Renault. Pada 2013, tim Lotus tampil gemilang dengan kemenangan Raikkonen di Australia.
Namun, performa tim mulai menurun pada 2014, dengan posisi mereka turun ke peringkat kedelapan secara keseluruhan. Pada musim 2015, performa meningkat dengan mobil E23 yang ditenagai mesin Mercedes. Mobil ini berhasil mengumpulkan 78 poin di tangan Grosjean dan Maldonado, dengan hasil terbaik Grosjean di posisi ketiga di Belgia.
Pada 2015, tim Lotus diakuisisi oleh Renault, yang membuat transisi menjadi sulit karena mobil RS16 awalnya dirancang untuk mesin Mercedes, namun tidak kompetitif. Pada 2017, mobil pertama tim yang dirancang khusus untuk mesin sendiri memberikan peningkatan signifikan, dengan poin tujuh kali lipat dan naik empat peringkat di klasemen.
Jolyon Palmer menggantikan Nico Hulkenberg sebagai rekan setim pada pertengahan musim, sementara Carlos Sainz bergabung dalam susunan pembalap. Pada 2018, posisi tim terus meningkat, meskipun belum mampu menjadi penantang podium. Pada 2019, tim merosot ke posisi kelima dalam klasemen, meski Daniel Ricciardo berhasil mencatatkan hasil terbaik dengan posisi keempat di Italia.
Pada 2020, tim Renault meraih tiga kali finis di podium, menandai langkah maju besar menjelang perubahan nama menjadi Alpine dan kembalinya Fernando Alonso. Pada 2021, Alpine meraih kemenangan perdana di F1 di Hungaria. Pada 2022, meskipun tanpa podium, Alpine mampu mengalahkan McLaren dan naik ke posisi keempat di klasemen akhir.
Fernando Alonso meninggalkan tim pada akhir musim 2022 dan digantikan oleh Pierre Gasly pada 2023. Pada musim 2023, Alpine mengalami penurunan di posisi keenam klasemen akibat beberapa perubahan manajemen besar. Esteban Ocon dan Gasly saling bersaing, dengan masing-masing meraih podium di Monaco dan Zandvoort.
Pada 2024, Alpine mencoba perubahan lain dengan memasukkan Flavio Briatore, veteran Formula 1, dalam peran penasihat, serta Oli Oakes yang menggantikan Bruno Famin sebagai pimpinan. Perubahan-perubahan ini diharapkan dapat membawa perbaikan bagi kinerja tim.