Sholat Witir: Ibadah Sunnah yang Dianjurkan dalam Islam
Sholat witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ibadah ini menjadi penutup dari sholat malam dan menunjukkan kesempurnaan dalam beribadah seorang muslim. Dalam bahasa Arab, kata “witir” bermakna ganjil, merujuk pada jumlah rakaat yang selalu berbentuk bilangan ganjil.
Sholat witir disebut demikian karena dilakukan untuk menutup sholat malam dengan rakaat ganjil, minimal satu rakaat. Nabi SAW bersabda: “Jadikanlah akhir sholat kalian pada malam hari adalah sholat witir.” (HR. Bukhari no.998, Muslim no.751). Hal ini menunjukkan pentingnya sholat witir dalam kehidupan seorang muslim.
Hukum Sholat Witir
Mayoritas ulama berpendapat bahwa sholat witir hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Bahkan, Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan makruh bagi orang yang meninggalkannya secara terus-menerus. Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menegaskan bahwa para ulama sepakat mengenai kesunnahan witir, karena Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim maupun safar.
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Sholat witir dikerjakan setelah sholat Isya hingga waktu Subuh. Namun, waktu terbaiknya adalah di akhir malam. Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang khawatir tidak bangun di akhir malam, maka witirlah di awal malam. Dan barangsiapa yang ingin bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sholat di akhir malam disaksikan (oleh malaikat) dan itu lebih utama.” (HR. Muslim no.755).
Jumlah Rakaat Sholat Witir
Sholat witir memiliki jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Dari riwayat Aisyah RA, Rasulullah SAW pernah mengerjakan sholat malam sebelas rakaat, dan witir satu rakaat di akhir sholat malamnya. (HR. Bukhari no.1147, Muslim no.738).
Beberapa pendapat ulama mengenai jumlah rakaat witir:
– 1 rakaat: paling sedikit, sah untuk menutup sholat malam.
– 3 rakaat: paling banyak dikerjakan Nabi SAW jika tidak dalam sholat malam panjang. Dikerjakan dengan dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam, atau tiga rakaat sekaligus dengan satu salam dan tanpa tasyahud awal.
– 5 rakaat, 7 rakaat, atau 9 rakaat: juga pernah dikerjakan Nabi SAW, dengan satu tasyahud di akhir rakaat dan salam.
Bacaan Niat Sholat Witir
Niat sholat witir dapat dibaca dalam hati, namun boleh dilafazkan untuk membantu menghadirkan maksud ibadah. Contohnya:
– Untuk satu rakaat: “Usholli sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’ala.”
– Untuk tiga rakaat: “Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin lillaahi ta’ala.”
Tata Cara Sholat Witir
Berikut langkah-langkah dalam melaksanakan sholat witir:
1. Takbiratul ihram
2. Membaca doa iftitah (sunnah)
3. Membaca surat Al-Fatihah
4. Membaca surat pendek (disunnahkan Surat Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas jika tiga rakaat)
5. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua.
6. Jika witir tiga rakaat dengan salam di akhir, maka pada rakaat kedua langsung berdiri ke rakaat ketiga tanpa tasyahud awal.
7. Setelah rakaat terakhir, tasyahud akhir dan salam.
Doa Qunut Witir
Qunut witir dibaca pada rakaat terakhir sebelum ruku’ atau setelah i’tidal, terutama pada paruh terakhir Ramadhan. Lafaznya antara lain:
“Allahummahdinii fiiman hadait, wa’aafinii fiiman ‘afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiimaa a’tait, waqinii sharra maa qadhait, fa innaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, innahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbanaa wata’aalait.”
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku keselamatan bersama orang-orang yang Engkau beri keselamatan, peliharalah aku bersama orang-orang yang Engkau pelihara, berkahilah untukku apa yang Engkau karuniakan, dan lindungilah aku dari kejahatan yang Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi.”
Keutamaan Sholat Witir
-
Penutup sholat malam
Nabi SAW bersabda: “Sholat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika kamu khawatir masuk Subuh, maka witirlah satu rakaat sebagai penutup.” (HR. Bukhari no.990, Muslim no.749). -
Amalan sunnah yang tidak pernah ditinggalkan Nabi SAW, baik mukim maupun safar.
-
Sebab doa dikabulkan, karena witir dilakukan di waktu malam yang penuh keberkahan.
-
Tanda ketaatan seorang hamba
Sholat witir menjadi bukti keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT.