Peringkat Kabupaten Terdepan di Jawa Timur Versi IDSD 2024
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 tidak hanya menjadi sekumpulan angka, tetapi juga menggambarkan kisah nyata tentang perjalanan pembangunan ekonomi dan inovasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Laporan yang dikeluarkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional memberikan wawasan mendalam tentang sejauh mana setiap wilayah telah berkembang serta apa yang masih perlu diperbaiki.
DKI Jakarta kembali menempati posisi teratas dengan skor IDSD mencapai 4,09. Kekuatan ekonomi dan inovasi yang luar biasa menjadikannya sebagai pusat utama dalam dinamika pembangunan nasional. Sementara itu, Jawa Timur mencatatkan skor 3,88, mampu menduduki posisi keempat dalam daftar provinsi dengan daya saing tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki potensi besar dalam membangun ekonomi dan inovasi lokal.
Di tingkat kabupaten, Jawa Timur menunjukkan persaingan yang dinamis dan menarik. Beberapa daerah berhasil menempati posisi teratas dalam indeks ini. Berikut adalah beberapa kabupaten yang mencerminkan perkembangan ekonomi dan inovasi yang signifikan:
- Sidoarjo dengan skor 3,86 menjadi pemimpin di antara kabupaten-kabupaten lainnya.
- Jombang dengan skor 3,82 menunjukkan ketangguhan sebagai penantang serius.
- Magetan dengan skor 3,78 berhasil menduduki posisi ketiga, menandakan adanya pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Di sisi lain, Bangkalan, yang dikenal sebagai Kota Salak, juga mulai menarik perhatian. Meskipun masih berada di posisi ke-21 dengan skor 3,38, angka ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum sepenuhnya terungkap. Ini menjadi indikasi bahwa daerah ini memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh jika didukung dengan langkah-langkah yang tepat.
Berikut adalah daftar peringkat IDSD BRIN 2024 untuk Provinsi Jawa Timur:
- Sidoarjo – 3,86
- Jombang – 3,82
- Magetan – 3,78
- Ponorogo – 3,75
- Ngawi – 3,75
- Kediri – 3,73
- Malang – 3,73
- Jember – 3,72
- Madiun – 3,71
- Banyuwangi – 3,68
- Tulungagung – 3,64
- Lamongan – 3,64
- Pacitan – 3,56
- Blitar – 3,53
- Mojokerto – 3,53
- Pamekasan – 3,46
- Situbondo – 3,45
- Trenggalek – 3,40
- Probolinggo – 3,40
- Nganjuk – 3,39
- Bangkalan – 3,38
- Gresik – 3,37
- Tuban – 3,37
- Pasuruan – 3,36
- Bojonegoro – 3,35
- Lumajang – 3,33
- Bondowoso – 3,32
- Sumenep – 3,25
- Sampang – 3,18
Penilaian Berdasarkan 12 Pilar Utama
Skor IDSD diperoleh dari evaluasi terhadap 12 pilar utama. Ke-12 pilar tersebut meliputi:
- Institusi
- Infrastruktur
- Adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
- Stabilitas ekonomi makro
- Kesehatan
- Keterampilan tenaga kerja
- Pasar produk
- Pasar tenaga kerja
- Sistem keuangan
- Ukuran pasar
- Dinamika bisnis
- Kapasitas inovasi
Setiap daerah dinilai berdasarkan kekuatan dan tantangan yang ada pada masing-masing aspek. Daerah yang unggul biasanya memiliki tata kelola yang baik, infrastruktur yang memadai, serta aktif dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Capaian ini membuktikan bahwa daya saing daerah tidak hanya bergantung pada status sebagai kota besar. Namun juga pada komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan mendorong inovasi. Dengan pendekatan yang tepat, daerah seperti Bangkalan bisa menjadi bagian dari daftar kabupaten terdepan di Jawa Timur.