Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Bangka Menuai Kekhawatiran
Rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Ulang Kabupaten Bangka tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka pada Rabu malam (23/7/2025) menimbulkan berbagai pertanyaan. Acara yang seharusnya dimulai pukul 19.30 WIB terlambat hingga pukul 23.00 WIB dan berlangsung secara tertutup tanpa adanya konferensi pers seperti biasanya.
Para wartawan yang telah berkumpul sejak pukul 19.00 WIB di Kantor KPU Bangka merasa kecewa karena tidak mendapatkan informasi yang cukup dari penyelenggara. Hingga pukul 00.00 WIB, hanya satu dari lima komisioner KPU Bangka, yaitu Cory Ihsan, yang sempat menemui para jurnalis dan menyampaikan permintaan maaf atas ketidaktahuan mereka.
“Mohon maaf kawan-kawan media untuk keterangan terkait Pleno malam ini pak Ketua (Ketua KPUD Bangka-red) yang akan memberikan. Tadi infonya akan dikirim press release,” kata Cory singkat.
Situasi ini memicu kebingungan tidak hanya bagi media, tetapi juga aparat kepolisian yang telah mengerahkan sekitar 200 personel untuk mengamankan jalannya pleno. Pasukan gabungan tersebut terdiri dari Polres Bangka, Dit Shabara Polda Babel, dan Sat Brimob Polda Babel. Bahkan Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra turut hadir langsung di lokasi.
Wartawan sempat melihat Cory Ihsan keluar pada pukul 22.00 WIB dan menyampaikan bahwa pleno belum dimulai karena masih dalam tahap rapat.
“Masih rapat belum pleno nanti dikabarkan lagi,” kata Cory Ihsan yang sempat melayani wawancara terkait sosialisasi Pilkada Ulang oleh KPU Bangka.
Sekitar pukul 23.45 WIB Cory Ihsan kembali keluar gedung dan menyapa wartawan dengan menyampaikan informasi bahwa sudah dilakukan pleno dan akan diberikan rilis oleh KPU Bangka.
Namun, keterbatasan informasi dan tidak adanya konferensi pers sebagaimana biasanya dilakukan usai kegiatan KPU menimbulkan kekecewaan dan kecurigaan dari awak media.
“Ada apa, apa yang ditakutkan Ketua (Sinarto-red) ngasih keterangan biasanya gagah jumpa pers kalau habis acara berjejer ngadep kamera. Kok pas pleno Penetapan Calon yang kebetulan ada salah satu yang TMS malah menimbulkan kecurigaan publik. Press release yang dikirim juga dak jelas siapa yang TMS Calon mana saja yang MS harus dijelaskan,” ungkap Yudi, salah satu wartawan yang meliput di lokasi.
Yudi berharap tidak ada permasalahan terjadi usai penetapan calon Pilkada Ulang Kabupaten Bangka 2025 oleh KPU Bangka.
“Bola panasnya ada di KPU Bangka tentunya akan terus kami kejar,” kata Yudi.
Kejadian tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di sejumlah grup WhatsApp wartawan dan pegiat pemilu, termasuk grup WA resmi KPU Bangka yang biasa digunakan untuk berbagi informasi kegiatan.