Penyebab dan Faktor Risiko Kolera
Kolera adalah penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pencernaan, disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Infeksi ini bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Bakteri ini menghasilkan toksin yang menyebabkan tubuh mengeluarkan sejumlah besar cairan, sehingga menyebabkan diare parah dan kehilangan elektrolit.
Sumber utama penyebaran kolera adalah air yang terkontaminasi. Air sumur, permukaan air, dan air dari daerah dengan sanitasi buruk sering menjadi tempat berkembangnya bakteri. Selain itu, makanan laut mentah seperti kerang juga bisa menjadi sumber infeksi. Buah dan sayuran mentah serta biji-bijian yang terkontaminasi juga bisa memicu penyebaran penyakit ini.
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang tertular kolera meliputi kondisi sanitasi yang buruk, kadar asam lambung rendah, paparan rumah tangga dari orang yang terinfeksi, golongan darah O, serta konsumsi kerang mentah atau setengah matang.
Gejala Kolera
Gejala kolera biasanya muncul antara 12 jam hingga 5 hari setelah terpapar bakteri. Kebanyakan orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menularkan bakteri kepada orang lain. Di antara yang mengalami gejala, sebagian besar hanya mengalami diare ringan hingga sedang, sementara sebagian kecil mengalami diare cair akut yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Tanda dan gejala dehidrasi yang perlu diwaspadai antara lain detak jantung cepat, kulit yang tidak elastis, selaput lendir kering, tekanan darah rendah, rasa haus, dan kram otot. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa menyebabkan syok dan kematian dalam beberapa jam.
Diagnosis Kolera
Untuk mendiagnosis kolera, pemeriksaan sampel tinja diperlukan. Dokter mungkin melakukan tes usap ke dalam rektum, lalu mengirim sampel ke laboratorium untuk dianalisis. Beberapa daerah dengan kasus kolera tinggi memiliki alat “stik celup” yang bisa digunakan untuk uji cepat.
Pengobatan Kolera
Pengobatan utama untuk kolera adalah mencegah atau membalikkan dehidrasi. Pasien harus segera menggantikan cairan dan garam yang hilang. Dokter mungkin meresepkan larutan rehidrasi oral atau pemberian cairan intravena untuk kasus dehidrasi parah. Antibiotik dan zink untuk anak-anak di bawah lima tahun juga bisa diberikan. Bakteri V. cholerae biasanya akan hilang dari tubuh dalam waktu dua minggu.
Pencegahan Kolera
Orang yang tinggal di daerah dengan sanitasi buruk lebih rentan terkena kolera. Untuk mencegah infeksi, hindari minum air dari keran, air mancur, atau es batu. Jangan makan makanan laut mentah atau setengah matang. Pastikan air yang diminum sudah direbus, dikemas, atau diolah dengan bahan kimia. Makanan kemasan atau makanan yang baru dimasak dan disajikan panas juga aman untuk dikonsumsi.
Disinfeksi air dengan merebus selama satu menit atau menambahkan yodium atau pemutih rumah tangga bisa membantu. Cuci buah dan sayuran dengan air bersih, serta cuci tangan dengan sabun dan air bersih. Jika tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Vaksin kolera juga tersedia dan bisa dibicarakan dengan dokter.
Komplikasi Kolera
Kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar bisa menyebabkan komplikasi serius seperti hipokalemia, gagal ginjal, dan hipoglikemia. Hipokalemia bisa menyebabkan gangguan fungsi jantung dan saraf, sementara gagal ginjal bisa terjadi karena ketidakmampuan ginjal dalam menyaring cairan dan elektrolit. Hipoglikemia bisa berbahaya karena mengurangi pasokan energi tubuh, terutama pada anak-anak.