Harga Emas Dunia Mencapai Level Tertinggi dalam Lima Minggu

Harga emas dunia mengalami penguatan signifikan pada akhir perdagangan Selasa (22/7/2025) waktu setempat atau Rabu (23/7/2025) pagi WIB. Penguatan ini terjadi karena meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjelang tenggat waktu kebijakan tarif yang berlaku pada 1 Agustus 2025.

Harga emas di pasar spot naik sebesar 1 persen menjadi 3.428,84 dollar AS per ons, mencapai level tertinggi sejak 16 Juni 2025. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen, mencapai 3.443,70 dollar AS per ons.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau U.S Treasury tenor 10 tahun turun mendekati level terendah dalam dua pekan. Hal ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding). Ketidakpastian perdagangan mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Saat ini, AS sedang membahas beberapa perjanjian dagang, namun muncul kekhawatiran bahwa kesepakatan dengan Uni Eropa masih jauh dari tercapai.

Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals, menyatakan bahwa ketidakpastian perdagangan mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Ia menambahkan bahwa saat ini, AS sedang bersiap untuk mengumumkan “serangkaian kesepakatan dagang” dengan negara-negara lain.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Selasa menyatakan akan bertemu dengan mitranya dari China pada pekan depan. Ia mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan tenggat waktu tarif hingga 12 Agustus 2025. Di sisi lain, sejumlah diplomat Uni Eropa mengisyaratkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah-langkah balasan yang lebih luas terhadap AS, menyusul semakin tipisnya peluang mencapai kesepakatan perdagangan.

Jigar Trivedi, Analis Komoditas Senior Reliance Securities, mengatakan bahwa prospek emas kemungkinan masih cenderung bullish. Ia menunjukkan bahwa level resistensi kuat berada di sekitar 3.420 dollar AS, sedangkan level support ada di 3.350 dollar AS.

Investor kini mulai bersiap menyambut pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan. Meskipun The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga, pasar berspekulasi bahwa pemangkasan suku bunga akan terjadi pada Oktober mendatang.

Emas menjadi aset lindung nilai saat terjadi gejolak geopolitik maupun ekonomi. Pergerakan harga emas pun turut dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed. Ketika suku bunga naik atau berada di level tinggi, maka emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi tak menarik bagi investor. Sebaliknya, ketika suku bunga menurun atau berada di level rendah, maka imbal hasil pada instrumen investasi lainnya ikut menurun, sehingga emas akan menjadi lebih menarik bagi investor.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Selasa menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk mencopot Ketua The Fed Jerome Powell dalam waktu dekat. Hal ini terjadi sehari setelah ia menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kelembagaan bank sentral AS tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua The Fed, Michelle Bowman, menegaskan pentingnya independensi The Fed di tengah meningkatnya tekanan dari pemerintahan Trump untuk menurunkan suku bunga.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *