Film “Tinggal Meninggal” yang Mengajak Penonton Berdialog dengan Diri Sendiri

Kristo Immanuel, seorang sutradara muda, kini menghadirkan film terbarunya yang berjudul Tinggal Meninggal. Ini adalah debutnya sebagai sutradara, dan ia tidak hanya ingin memberikan pesan tunggal kepada penonton. Justru, film ini dirancang untuk memicu dialog dalam diri sendiri. Melalui cerita tentang luka, hubungan, dan keanehan yang mungkin terlalu dekat untuk rasa nyaman, film ini membuka ruang bagi penonton untuk merenung.

Cerita dalam Tinggal Meninggal mengikuti kisah Gema (diperankan oleh Omara Esteghlal), seorang pria kesepian yang tinggal sendiri. Ketika ayahnya meninggal, ia mendapatkan perhatian dari rekan-rekan kerjanya. Namun, ketika kehangatan tersebut menghilang, keadaan kembali dingin seperti semula. Dari situ, Gema mulai bertanya-tanya: Siapa lagi yang harus mati?

Komedi Getir Sebagai Mekanisme Bertahan

Film ini dibalut dalam nuansa komedi getir, yang merupakan cara Kristo untuk menyampaikan cerita tanpa terlalu berat. Ia mengakui bahwa keputusannya untuk menggunakan alur komedi berasal dari pengalamannya sendiri. “Aku menggunakan komedi sebagai mekanisme bertahan. Setiap ada hal yang menyedihkan, aku coba bawa ke arah komedi,” ujarnya.

Kecintaannya pada film dark comedy sudah tumbuh sejak kecil. Ia menyukai film seperti Little Miss Sunshine, What We Do In The Shadows, dan Jojo Rabbit, yang menjadi film favoritnya. Dengan demikian, ketika ia mendapatkan premis cerita ini, ia langsung tahu arah yang akan diambil. “Aku tidak ingin membuat film drama biasa, tapi lebih suka komedi getir,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa tokoh utama dalam film ini tidak ingin merasakan kesedihan. Setiap kali merasa sedih, ia mencoba menutupinya dengan komedi agar bisa teralihkan. “Ada rasa ingin tahu apakah boleh tertawa atau tidak di sini. Apakah ini benar atau salah?” katanya sambil tertawa.

Para Pemeran yang Memahami Luka

Menggarap komedi yang berada di antara lucu dan getir bukanlah hal mudah, terutama dalam hal pengarahan pemain. Kristo mengaku bahwa proses pembuatan film ini telah dipikirkan sejak lama. Ia mengatakan bahwa Omara Esteghlal, aktor yang memerankan Gema, sudah menjadi bagian dari rencana sejak awal.

Salah satu karakter yang membuatnya berpikir keras adalah Mama Gema, ibu dari tokoh utama. Menurut Kristo, semua karakter dalam film ini memiliki sisi kontroversial. “Bukan manusia-manusia yang sempurna. Mereka memiliki lapisan yang kompleks, jadi aku bingung bagaimana cara memerankannya,” ujarnya.

Dalam proses pengembangan film, ia juga menggelar FGD (Focus Group Discussion) dan dari situ muncul frasa yang menggambarkan isi film, yaitu “Embarrassingly relatable”. Frasa ini menggambarkan bahwa karakter-karakter dalam film ini sangat mirip dengan kehidupan nyata, tetapi membuat penonton merasa malu untuk mengakui.

Nirina Zubir, yang turut bermain dalam film ini, menyoroti bahwa humor seringkali digunakan sebagai mekanisme bertahan dalam hidup. Ini adalah cara untuk melindungi diri dari rasa sakit.

Pesan yang Tak Tunggal

Alih-alih memberikan pesan tunggal, Kristo sengaja menciptakan film Tinggal Meninggal sebagai media untuk membuka ruang diskusi. Ia tidak ingin film ini secara eksplisit mendorong penonton untuk menjadi lebih baik atau memetik satu nilai moral. Justru, ia ingin penonton pulang dengan banyak pertanyaan.

Film ini dirancang sebagai pemantik percakapan antara teman, pasangan, atau keluarga. Dalam salah satu diskusi kelompok terarah, ia mendengar cerita dari seorang peserta yang teringat pada rekan kerja yang memiliki kepribadian mirip dengan Gema. Pengalaman menonton membuatnya merenung tentang trauma atau masa lalu yang membentuk keanehan si rekan. Ini adalah reaksi yang diharapkan Kristo.

Ia ingin penonton diajak memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang tidak terlihat di permukaan, terutama dalam lingkungan kerja yang kaku dan formal seperti dalam film. Dengan demikian, Tinggal Meninggal tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga ajang refleksi diri.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *