Kesuksesan Film Sore yang Mengubah Pandangan Penonton
Film Sore kembali mencatatkan prestasi luar biasa dengan jumlah penonton yang mencapai 2 juta. Ini menjadi angka yang sangat signifikan, terutama setelah kesuksesan film Jumbo yang mampu menarik 10 juta penonton. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap film tidak lagi didominasi oleh genre horor semata.
Kepala rumah produksi Cerita Films, Yandy Laurens, mengumumkan pencapaian ini melalui unggahan di akun Instagram @cerita_films. Dalam pesannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para penonton yang telah memberikan dukungan besar untuk film Sore. Ia juga berharap bahwa kehangatan perasaan yang dirasakan selama menonton bisa terus mengisi hati para penonton.
Pencapaian ini menjadi rekor pribadi bagi Yandy Laurens, karena sebelumnya film-filmnya seperti Keluarga Cemara (2019) dan 1 Kakak 7 Ponakan (2025) masing-masing berhasil meraih 1,7 juta dan 1,2 juta penonton. Kini, Sore menjadi karya terlaris dalam kariernya.
Selain itu, film Sore juga menduduki posisi ketujuh sebagai film terlaris Indonesia pada tahun 2025, setelah film Qodrat 2 yang sukses menarik 2,2 juta penonton. Meski awalnya hanya mendapatkan sedikit layar, film ini akhirnya mampu membuktikan potensinya.
Awal penayangannya memang cukup menantang. Banyak pemain dan kru khawatir film ini akan segera ditarik dari bioskop. Salah satu contohnya adalah aktris Sheila Dara Aisha, yang mengunggah pesan di Instagram pada 10 Juli 2025. Ia menyarankan para penonton untuk segera menonton di hari pertama agar tidak ketinggalan informasi penting atau risiko film yang ditarik.
Namun, pesan Sheila ternyata berhasil meyakinkan banyak orang. Akhirnya, jumlah layar film Sore bertambah, dan jumlah penonton pun meningkat hingga mencapai 2 juta.
Keberhasilan ini tidak hanya dirayakan oleh kru dan pemain film, tetapi juga oleh para filmmaker dan pengusaha perfilman lainnya. Salah satunya adalah sutradara Ernest Prakasa, yang mengunggah poster film Sore di Instagram pribadinya. Ia menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan film ini, meskipun awalnya hanya mendapat sedikit layar.
Unggahan Ernest Prakasa juga mendapat respons positif dari Hanung Bramantyo, yang merasa lebih percaya diri untuk membuat film dengan gaya bercerita yang berbeda. Ia menyatakan bahwa keberhasilan film seperti Sore membuka peluang bagi para pembuat film untuk bermimpi lebih besar.
Selain itu, Tika Bravani, yang pernah memerankan karakter Sore dalam versi web series, juga merasa bangga atas pencapaian ini. Ia mengucapkan selamat kepada Yandy Laurens dan timnya. Begitu pula dengan Maudy Ayunda dan Tika Panggabean, yang turut memberikan dukungan lewat media sosial.
Dengan capaian ini, film Sore tidak hanya menjadi bukti bahwa penonton Indonesia semakin matang dalam memilih film, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pembuat film untuk terus berkarya dengan kualitas yang tinggi.