Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar dan Menengah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menerapkan sistem pembelajaran mendalam atau deep learning di sekolah dasar dan menengah. Metode ini akan diterapkan secara nasional untuk tahun ajaran 2025/2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pendekatan ini akan menekankan integrasi antara berbagai tema dan mata pelajaran.

Penerapan deep learning diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Menurut Mu’ti, pendekatan ini memungkinkan satu pokok bahasan dikaitkan dengan berbagai tema yang sejalan dan lintas mata pelajaran.

Mu’ti menjelaskan bahwa penerapan deep learning tidak menutup kemungkinan terintegrasi dengan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Karakteristik dari metode ini adalah pembelajaran yang sempit tetapi mendalam. Oleh karena itu, penerapannya bisa mengubah muatan mata pelajaran yang sudah ada. “Penerapan deep learning meniscayakan adanya perubahan dari sisi muatan dalam masing-masing mata pelajaran,” ujarnya.

Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang sadar. Mu’ti menegaskan bahwa deep learning menjadi strategi utama dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. Metode ini mendorong siswa untuk memahami informasi secara utuh, bukan hanya menghafal.

Deep Learning untuk Meningkatkan Literasi Siswa

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi, menjelaskan bahwa sistem deep learning diterapkan untuk menjawab rendahnya tingkat literasi siswa. Metode ini akan disesuaikan dengan kurikulum di setiap sekolah, terutama daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan). Dewi menyatakan bahwa metode ini telah dikaji dan dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Dewi menambahkan bahwa metode ini bisa diterapkan dalam Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka. Selain itu, akan ada empat metode pembelajaran yang dirancang oleh guru dalam penerapan deep learning. Keempat metode tersebut adalah praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital.

Dewi juga memaparkan empat kerangka pembelajaran mendalam. Pertama, strategi mengajar yang fokus pada pengalaman belajar murid yang autentik. Kedua, kemitraan pembelajaran yang membentuk hubungan dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Ketiga, lingkungan pembelajaran yang menekankan integrasi ruang fisik, virtual, dan budaya belajar. Keempat, pemanfaatan teknologi digital sebagai katalisator pembelajaran interaktif dan kontekstual.

Deep Learning Pastikan Murid Jadi Manusia Seutuhnya

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa deep learning adalah langkah untuk memastikan setiap murid menjadi manusia seutuhnya. Dia menjelaskan bahwa suksesnya pembelajaran ini ditandai oleh lahirnya lulusan sekolah yang memiliki nilai spiritualitas, keadaban, berpikir kritis, kreativitas, semangat kemandirian, kolaboratif, komunikatif, serta sehat secara fisik dan mental.

Fajar menekankan pentingnya delapan dimensi ini dalam perkembangan zaman saat ini. Ia menyoroti pentingnya adaptasi anak-anak Indonesia terhadap perubahan dunia digital. Selain itu, ia menyampaikan bahwa masalah kesehatan mental pada anak-anak menjadi perhatian serius. Fajar menjelaskan bahwa aktivitas digital yang tidak terkontrol membuat anak-anak malas bergerak.

Untuk mengatasi hal ini, program deep learning dan pembentukan kebiasaan anak hebat selaras dengan program Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis. Fajar menegaskan bahwa pendidikan harus menciptakan generasi yang seimbang antara akademik, kesehatan, dan keterampilan hidup.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *