Aktivitas 1.2: Mengenal Ilmuwan Indonesia dan Dunia
Buku IPA Kelas 7 Kurikulum Merdeka menyajikan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman siswa terhadap sains. Salah satu aktivitas yang menarik adalah Activitas 1.2 di halaman 6, yang mengajak siswa mengenal sembilan ilmuwan asal Indonesia beserta kontribusi mereka dalam bidang ilmu pengetahuan.
Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi, tetapi juga mendorong siswa untuk belajar mandiri, membangun rasa bangga terhadap para ilmuwan Tanah Air, serta mengembangkan keterampilan kerja kelompok dan presentasi. Berikut ini beberapa jawaban yang dapat membantu siswa dalam menjawab soal-soal yang diberikan.
Persiapan untuk Membuat Poster
Dalam aktivitas ini, siswa diminta membuat poster yang membandingkan penemuan seorang ilmuwan Sains dunia dengan ilmuwan asal Indonesia. Informasi bisa diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, majalah, koran, internet, atau wawancara. Jangan lupa untuk mencantumkan referensi secara lengkap, baik dalam bentuk sitasi maupun daftar pustaka.
Selain itu, siswa juga diminta menggunakan gambar, diagram, atau data untuk menjelaskan penemuan tersebut. Setelah poster selesai dibuat, siswa harus mempresentasikannya kepada teman-teman. Pilihan ilmuwan yang diberikan meliputi:
- Wright Bersaudara & B. J. Habibie
- Albert Einstein & Terry Mart
- Isaac Newton & Yogi A. Erlangga
- Thomas Alva Edison & Nelson Tansu
- Alexander G. Bell & Khoirul Anwar
- Wilhelm Röntgen & W. Z. Johannes
- Marie Curie & Eniya Listiani Dewi
- Galileo Galilei & Josaphat Sumantyo
- Theodore Maiman & Bambang Widiatmoko
Jawaban untuk Soal-soal Aktivitas
1. Cabang Ilmu Sains yang Dijalani
Wright Bersaudara (Orville dan Wilbur Wright) menggeluti bidang Fisika, terutama aerodinamika dan rekayasa mekanik. Sementara itu, B. J. Habibie menggeluti Teknik Penerbangan (aeronautika) dan teknik termodinamika.
2. Penemuan dan Cara Kerjanya
Wright Bersaudara menemukan pesawat terbang bertenaga dan dapat dikendalikan pada tahun 1903. Pesawat ini bekerja dengan mesin berbahan bakar, sayap melengkung yang menciptakan gaya angkat, serta sistem kendali tiga sumbu (pitch, roll, yaw).
Sementara itu, B. J. Habibie menemukan teori crack propagation/Faktor Habibie, yang digunakan untuk menghitung retakan mikro pada logam pesawat. Teori ini membantu mendeteksi kerusakan kecil agar dapat dicegah sebelum membahayakan.
3. Penggunaan Penemuan
Penemuan pesawat Wright Bersaudara telah merevolusi banyak aspek kehidupan, termasuk transportasi udara, militer, pariwisata, perdagangan internasional, dan evakuasi medis. Sementara itu, teori Habibie digunakan dalam industri dirgantara, perancangan pesawat modern, industri otomotif, dan konstruksi.
4. Perkembangan Penemuan
Dari pesawat kayu dan kain sederhana, pesawat berkembang menjadi pesawat jet, pesawat komersial besar, drone, hingga roket luar angkasa. Teknologi seperti autopilot, GPS, dan AI turut meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan.
Sementara itu, teori Habibie kini dipadukan dengan simulasi komputer, material komposit, dan AI dalam desain pesawat generasi baru. Teknologi ini juga digunakan dalam pembangunan pesawat N-250, salah satu pesawat buatan Indonesia pertama.
5. Dampak Terhadap Kehidupan Manusia
Penemuan pesawat telah meningkatkan mobilitas global, ekonomi, dan interaksi antar negara. Namun, dampak negatifnya seperti polusi udara, kecelakaan, dan penggunaan untuk perang juga tidak bisa diabaikan.
Sementara itu, teori Habibie telah meningkatkan keselamatan penerbangan dan kemandirian teknologi Indonesia. Namun, biaya tinggi dan ketergantungan pada dukungan politik dan ekonomi juga menjadi tantangan.
6. Sifat yang Dapat Dipelajari
Dari Wright Bersaudara, siswa dapat belajar ketekunan, keberanian, kolaborasi, dan kreativitas. Sedangkan dari B. J. Habibie, siswa dapat belajar cinta tanah air, inovasi, rendah hati, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan.