Peningkatan Kasus DBD di Indonesia dan Upaya Pencegahan yang Dilakukan
Di tengah meningkatnya angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, berbagai pihak mulai mengambil langkah-langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu ahli yang turut berkontribusi dalam upaya ini adalah dr. Kharina Helhid, seorang dokter umum dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Ia menjelaskan bahwa tren kasus DBD cenderung meningkat setiap musim hujan karena kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Menurut dr. Kharina, gejala awal DBD sering kali disalahartikan sebagai flu atau infeksi virus ringan. Padahal, deteksi dini sangat penting dalam mencegah komplikasi berat seperti syok dengue yang bisa berujung pada kematian. Ia juga menyoroti bahwa anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan terhadap risiko komplikasi DBD.
Untuk mencegah penyebaran DBD, metode 3M Plus menjadi salah satu strategi utama yang direkomendasikan. Metode ini mencakup:
- Menguras: Membersihkan dan menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, toren air, dan lainnya. Saat musim hujan dan pancaroba, penting untuk membersihkan dinding bak agar tidak ada jentik atau telur nyamuk yang tertinggal.
- Menutup: Menutup rapat-rapat semua tempat penampungan air serta mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak menjadi sarang nyamuk.
- Mendaur Ulang: Memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang bernilai ekonomis, sehingga tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selain 3M, terdapat beberapa tindakan tambahan yang disebut sebagai “Plus” dalam metode 3M Plus, antara lain:
- Membudidayakan ikan pemakan jentik nyamuk seperti ikan guppy.
- Memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela.
- Menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
- Memeriksa tempat-tempat penampungan air secara rutin.
- Meletakkan baju bekas dalam wadah tertutup.
- Menabur larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan.
- Memperbaiki saluran dan talang air yang mampet.
- Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender.
Langkah-Langkah Pencegahan DBD dari Diri Sendiri
Selain menjaga kebersihan lingkungan, pencegahan DBD juga dimulai dari diri sendiri. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memasang Kelambu: Menggunakan kelambu di tempat tidur dapat melindungi dari gigitan nyamuk saat tidur.
- Mengoleskan Lotion Anti Nyamuk: Gunakan lotion anti nyamuk yang telah disertifikasi oleh BPOM untuk mengusir nyamuk.
- Memakai Pakaian Tertutup: Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat berada di luar rumah.
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Konsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin D seperti ikan sarden, salmon, kuning telur, dan buah-buahan.
- Rutin Berolahraga: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
- Istirahat Cukup: Pastikan tidur cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.
Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Kebiasaan mencuci tangan setelah beraktivitas, buang air, sebelum dan sesudah makan, serta rutin membersihkan ruangan dan perabotan juga membantu mengurangi risiko terpapar nyamuk penyebab DBD.
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, menyampaikan harapan agar seminar ini menjadi pemicu kesadaran kolektif masyarakat. Ia percaya bahwa edukasi adalah langkah awal yang efektif dalam mencegah penyakit-penyakit seperti DBD.
Acara ini diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta seminar, termasuk pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, kolesterol, serta konsultasi dengan dokter umum dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta. Hal ini menunjukkan komitmen para pihak dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.