Tips Melunasi Utang Rp 20 Juta dengan Gaji Rp 3 Juta Per Bulan
Banyak orang menghadapi situasi di mana berutang menjadi pilihan terakhir untuk bisa bertahan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih ketika ada kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan anak atau pengobatan darurat, meminjam uang dalam jumlah besar seperti Rp 20 juta sering kali dianggap sebagai solusi tercepat. Namun, masalah tidak hanya terletak pada besarnya pinjaman, tetapi juga bagaimana cara melunasinya.
Dengan gaji bulanan sebesar Rp 3 juta, cicilan utang bisa menjadi beban yang sangat berat. Hal ini bisa mengganggu kebutuhan dasar keluarga, seperti makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Situasi ini membuat banyak orang terjebak dalam dilema antara memenuhi kebutuhan hari ini dan menjaga stabilitas finansial di masa depan. Lalu, bagaimana cara melunasi utang Rp 20 juta dengan gaji Rp 3 juta per bulan?
Prioritaskan Kebutuhan Wajib dan Penting
Seorang perencana keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, menekankan bahwa langkah pertama dalam melunasi utang adalah dengan memprioritaskan kebutuhan yang bersifat wajib dan penting. Contohnya, cicilan utang, biaya pendidikan anak, tagihan listrik, air PDAM, serta kebutuhan makan harian.
Andy menyarankan untuk merelakan pengeluaran yang bersifat kesenangan, seperti gaya hidup atau hobi, karena pengeluaran tersebut tidak terlalu urgent dan lebih bersifat keinginan daripada kebutuhan. Dengan demikian, dana yang tersedia bisa dialokasikan secara lebih efisien.
Sementara itu, Financial Planner dari Finansia Consulting, Eko Endarto, sepakat bahwa pembayaran cicilan utang harus menjadi prioritas. Hal ini dikarenakan konsekuensi dari utang cukup berat, termasuk tambahan denda dan bunga yang bisa semakin meningkat jika utang tidak segera dilunasi. Selain itu, kinerja kredit seseorang bisa rusak jika tidak membayar utang tepat waktu.
Cicil Nominal Besar atau Kecil?
Eko menyatakan bahwa besarnya cicilan utang bergantung pada pendapatan pengutang. Idealnya, cicilan utang tidak boleh melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan. Jika gaji bulanan sebesar Rp 3 juta, maka cicilan maksimal yang ideal adalah sebesar Rp 1 juta per bulan. Dengan cicilan tersebut, utang sebesar Rp 20 juta akan lunas dalam waktu 20 bulan.
Namun, jika mungkin, membayar lebih dari batas tersebut tentu akan lebih baik. Tetapi, hal ini tidak boleh mengganggu prioritas lain seperti kebutuhan makan harian.
Di sisi lain, Andy menekankan bahwa setelah menentukan prioritas, langkah selanjutnya adalah memilih cara melunasi utang, baik dengan nominal besar atau kecil. Pemilihan ini bergantung pada kesepakatan, kemampuan finansial, dan kebutuhan individu. Jika ada kesepakatan cicilan bulanan, maka ikuti skema tersebut. Tidak ada aturan yang menyatakan bahwa cicilan yang lebih besar akan mengurangi total pembayaran.
Jika tidak ada kesepakatan, ada dua pilihan: membayar nominal besar sekaligus agar cepat lunas, atau mencicil dengan nominal lebih kecil namun konsisten. Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Pilihan
Membayar utang dengan nominal besar bisa membuat utang lunas lebih cepat. Namun, perlu diperhatikan kondisi setelah pembayaran besar tersebut. Jangan sampai setelah membayar cicilan besar, kebutuhan lain tidak tercukupi karena semua dana habis untuk melunasi utang. Selain itu, jika cicilan tidak mengandung bunga, membayar lebih cepat tidak memberikan keuntungan tambahan karena total pembayaran tetap sama.
Sementara itu, mencicil dengan nominal kecil memiliki kelebihan yaitu memberi ruang untuk memenuhi kebutuhan lain. Ini sangat cocok bagi mereka dengan penghasilan terbatas. Namun, jika cicilan utang mengandung bunga, semakin lama mencicil, semakin besar total pembayaran. Oleh karena itu, penting untuk memilih opsi pelunasan yang sesuai dengan kondisi keuangan pengutang.