Kritik dan Perdebatan tentang Kinerja Ekonomi Indonesia
Akademisi Rocky Gerung sering kali menjadi sorotan karena kritiknya terhadap Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Pada tahun 2021, mantan dosen Ilmu Filsafat Universitas Indonesia ini pernah menyatakan bahwa Jokowi tidak melakukan apa-apa selama menjabat. Pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Rocky Gerung Official.
Namun, pada acara GREAT Lecture Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8 persen yang digelar di Hotel Bidakara pada Kamis (11/9/2025), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan balik terhadap kritik Rocky Gerung. Ia mengatakan bahwa Rocky sering mengolok-olok Jokowi dengan menyebut bahwa presiden tidak berbuat apa-apa.
Sambil menunjukkan grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2006 hingga 2025, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa Jokowi memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi saat ia masih memimpin. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar 15 persen, hampir menghancurkan sistem perekonomian negara.
Purbaya menceritakan bahwa dirinya dipanggil ke Istana untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Akhirnya, uang dari bank sentral dikeluarkan ke sistem ekonomi. Pada periode 2021 hingga 2023, kondisi ekonomi mulai membaik. Ia menegaskan bahwa intervensi langsung oleh Presiden Jokowi sangat penting dalam proses pemulihan ekonomi.
Namun, pada pertengahan hingga akhir tahun 2023, kondisi ekonomi kembali menghadapi tantangan. Purbaya menjelaskan bahwa masyarakat merasakan kesulitan ekonomi pada tahun 2023 hingga 2024. Ia menyebut istilah “Indonesia suram” sebagai gambaran situasi ekonomi yang memburuk. Menurutnya, penyebab utamanya bukanlah politik, melainkan masalah ekonomi yang semakin sulit.
Di momen itu, Purbaya tidak ragu memberikan sindiran yang sedikit menohok kepada Rocky Gerung. Ia mengatakan bahwa Rocky perlu belajar lebih banyak tentang ekonomi. Purbaya juga menyampaikan bahwa ia senang bisa meledek Rocky di acara tersebut. Ia mengakui bahwa setiap kali Rocky berpidato, ia selalu mengikuti dan merasa bahwa Rocky adalah ahli filsafat.
Purbaya juga menyampaikan bahwa pada April 2024, kondisi ekonomi mulai membaik. Namun, setelah itu, ekonomi kembali mengalami penurunan. Ia menegaskan bahwa dampak ekonomi yang memburuk dapat memicu keresahan sosial. Ketika ekonomi tidak stabil, banyak pegawai yang dipecat, taraf hidup semakin sulit, dan masyarakat akan turun ke jalan jika tidak ada perhatian yang cukup.
Optimisme terhadap Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 8 persen jika digerakkan bersama oleh mesin negara dan sektor swasta. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hanya hasil akhir, tetapi suatu kebutuhan yang harus diusahakan dengan sungguh-sungguh agar Indonesia bisa lepas dari middle income trap.
Ia mencontohkan negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok yang pernah mengalami pertumbuhan dua digit dalam waktu yang cukup lama. Purbaya menekankan bahwa tanpa usaha maksimal, Indonesia akan terjebak dalam posisi yang sama.
Menurutnya, perlambatan ekonomi saat ini juga disebabkan oleh peran sektor swasta yang belum optimal. Pada masa pemerintahan SBY, pertumbuhan ekonomi didorong oleh sektor swasta, sehingga kredit mengalir dan sektor swasta berkembang pesat. Namun, pada masa pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi lebih didominasi oleh pemerintah. Meskipun pemerintah berperan besar dalam mendorong perekonomian, pertumbuhan kredit cenderung stagnan dan utang pemerintah meningkat.
Purbaya menilai bahwa saatnya mesin ekonomi negara dan swasta bekerja sama secara lebih efektif. Ia berharap dengan kerja sama ini, pertumbuhan ekonomi bisa kembali pulih dan mencapai target yang diharapkan.