Tanda Kedatangan Bulan Safar dalam Tahun Hijriyah

Kedatangan bulan Safar menjadi tanda bahwa Tahun Hijriyah memasuki bulan kedua. Dalam beberapa waktu lagi, masyarakat Muslim di seluruh dunia akan menyambut bulan ini dengan berbagai tradisi dan kepercayaan yang berkembang. Jadwal 1 Safar 1447 Hijriyah jatuh pada hari Jumat, tanggal 26 Juli 2025 mendatang.

Seorang penceramah ternama, Buya Yahya, menjelaskan bahwa terdapat berbagai amalan yang sering dilakukan oleh masyarakat saat memasuki bulan Safar. Salah satu di antaranya adalah membaca Surah Yasin secara berulang-ulang sebagai bentuk penolak sial. Namun, ia menekankan bahwa amalan tersebut tidak berasal dari petunjuk Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, meskipun amalan ini bertujuan untuk mencegah bala atau musibah, namun tidak wajib dipercayai sepenuhnya oleh umat Islam.

Buya Yahya juga menyampaikan bahwa ritual khusus seperti rebo wekasan yang sering disebarkan di bulan Safar tidak memiliki dasar dari hadis Rasulullah SAW. Ia menegaskan bahwa setiap orang boleh percaya atau tidak percaya terhadap amalan tersebut, asalkan tidak melanggar prinsip-prinsip Islam.

Amalan Dzikir Pagi dan Petang Menyambut Bulan Safar

Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa ada beberapa amalan yang bisa dilakukan untuk menyambut bulan Safar. Misalnya, dzikir pagi dan petang yang dapat dilakukan sebagai bentuk persiapan spiritual. Ia menekankan bahwa tidak boleh mengatakan bahwa amalan tersebut berasal dari Nabi SAW, karena hal itu sama artinya dengan berbohong. Jika ada seseorang yang shaleh dan alim yang mengucapkan amalan tersebut, mungkin saja itu merupakan ilham dari Allah. Namun, ilham tersebut tidak harus dipercayai sepenuhnya.

Ia menambahkan bahwa ilham yang diberikan kepada seseorang bisa saja benar, tetapi tidak wajib diyakini. Bahkan, ilham dari wali pun tidak selalu harus dipercayai. Namun, bagi yang ingin mempercayainya, misalnya dengan banyak membaca doa karena yakin akan adanya musibah, itu diperbolehkan. Yang penting adalah berprasangka baik terhadap ulama yang memberikan anjuran tersebut.

Amalan Lain yang Dianjurkan

Selain dzikir, Buya Yahya juga menyarankan beberapa amalan lain yang sah dilakukan dalam bulan Safar. Misalnya, membaca Surah Yasin secara berulang, terutama ayat “Salaamun qoulam mirrobbirrohim” sebanyak tiga kali. Selain itu, shalat malam juga dianjurkan. Meski afdholnya melakukan dua rakaat sekali salam, namun shalat malam dengan empat atau enam rakaat juga sah dilakukan.

Terkait dengan amalan tolak bala, Buya Yahya menjelaskan bahwa shalat hajat dan sedekah yang diniatkan untuk menolak bala adalah amalan yang sah. Ia menekankan bahwa tidak perlu menghujat amalan-amalan tersebut, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Doa Ziarah Kubur Orang Tua pada Bulan Safar

Di samping itu, terdapat doa ziarah kubur yang sering dibaca oleh masyarakat pada bulan Safar, terutama untuk memohon dilapangkan siksa kubur bagi orang tua. Buya Yahya menegaskan bahwa doa-doa semacam ini diperbolehkan, asalkan tidak melanggar prinsip-prinsip agama.

Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah tidak melakukan kebohongan, seperti mengklaim bahwa seseorang pernah bertemu Nabi SAW dalam mimpi. Selama amalan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak dikaitkan dengan Nabi SAW, maka boleh dilakukan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *