Kekhawatiran Suporter Persebaya Surabaya atas Ketergantungan pada Francisco Rivera
Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar dalam menghadapi kompetisi Super League 2025/2026. Jika Francisco Rivera, gelandang asal Meksiko yang menjadi tulang punggung tim, absen akibat cedera atau akumulasi kartu, maka permainan Green Force bisa terganggu. Hal ini memicu desakan dari Bonek, suporter setia Persebaya, agar manajemen segera mencari pelapis yang mampu menggantikan peran Rivera.
Meski Persebaya Surabaya memiliki sejumlah pemain bintang, para penggemar merasa bahwa kedalaman tim masih kurang. Mereka menilai Rivera terlalu penting dalam struktur serangan dan kemampuannya sulit digantikan. Pada musim lalu, ketika Rivera cedera cukup lama, permainan Persebaya menjadi monoton dan mudah ditebak oleh lawan. Akibatnya, klub kesayangan Kota Pahlawan sering kali gagal meraih hasil maksimal dalam pertandingan penting.
Rivera selama dua musim terakhir tampil sangat dominan bersama Persebaya. Ia dianggap sebagai motor serangan dan pengatur tempo permainan yang sangat berpengaruh. Dengan nilai pasar mencapai Rp 7,82 miliar, kualitasnya dinilai melebihi rata-rata gelandang asing di Super League. Keberadaannya sering menjadi penentu dalam laga-laga besar yang menentukan.
Keresahan suporter semakin kuat setelah melihat performa Rivera dalam pertandingan terbaru. Saat Persebaya Surabaya mengalahkan Bali United dengan skor 5-2, Rivera tampil luar biasa. Ia mencetak satu gol dan satu assist, serta mencatatkan xG 0,46 dan xA 0,30. Performanya juga terlihat dari jumlah tembakan tepat sasaran, dribel sukses, dan keberhasilan dalam mengontrol bola.
Dari segi statistik, Rivera menyentuh bola 51 kali dalam 90 menit, dengan 19 umpan akurat dari total 29 percobaan. Angka ini menunjukkan betapa ia menjadi pusat permainan tim. Selain itu, ia hanya kehilangan bola 12 kali dan melakukan satu kali pelanggaran, namun tiga kali dijatuhkan lawan karena aksinya yang sulit dihentikan.
Bonek tidak ingin kejadian musim lalu terulang kembali. Mereka khawatir jika Persebaya Surabaya kembali bergantung pada satu pemain saja, yaitu Rivera. Untuk itu, banyak suporter yang menyarankan manajemen segera mencari pelapis yang setara dengan kemampuan Rivera. Beberapa bahkan meminta pelatih Eduardo Perez memberi masukan kepada manajemen untuk segera bertindak.
Beberapa komentar di media sosial menunjukkan kekhawatiran terhadap kemampuan finansial klub. Ada yang menyebutkan bahwa mendatangkan pemain berkualitas seperti Rivera adalah mimpi. Namun, mayoritas suporter tetap menuntut langkah nyata dari manajemen agar Persebaya Surabaya siap menghadapi kompetisi musim depan.
Bursa transfer awal musim segera dibuka, dan Bonek berharap manajemen segera mengambil langkah cepat. Jika tidak, ancaman gembos bisa benar-benar terjadi pada musim 2025/2026. Persebaya Surabaya harus menjaga stabilitas permainan sejak awal, dan kunci dari itu adalah memiliki pelapis yang mampu menggantikan peran Rivera.
Desakan dari Bonek semakin kuat karena target tinggi yang dipatok oleh klub. Mereka ingin melihat Persebaya Surabaya tampil konsisten dan siap tempur di Super League 2025/2026. Dengan semua faktor tersebut, manajemen dan pelatih Eduardo Perez diharapkan dapat membuat keputusan yang tepat dalam bursa transfer kali ini.