Peran Keluarga dalam Proses Pendidikan Anak
Dalam proses belajar, seorang murid tidak dapat bekerja sendirian. Mereka membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama dalam bidang pendidikan.
Menurut Indra Dwi Prasetyo, praktisi pendidikan sekaligus Direktur di Pijar Foundation serta Co-Chair Y20 Indonesia 2020, keluarga selalu menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Ia menyampaikan bahwa pendidikan pertama kali terjadi di rumah, bukan di ruang kelas. Misalnya, nilai kepemimpinan bisa diperoleh anak ketika mereka melihat ayahnya bekerja dan memimpin keluarga. Sementara itu, nilai-nilai kasih sayang, kelembutan, dan menghargai sesama justru diperoleh anak melalui ibunya sebelum mereka mengenal abjad.
Peran keluarga dalam pendidikan anak lebih lama dibandingkan sekolah formal. Pendidikan sepanjang hayat ini memainkan peranan sentral dalam pertumbuhan anak, mulai dari masa kecil hingga dewasa. Di Indonesia, ada ciri khas dalam pendidikan yang dilakukan oleh keluarga. Salah satunya adalah adanya “pengajaran” yang dilakukan orang tua jauh sebelum anak lahir. Saat masih dalam kandungan, orang tua sering mendongeng atau mendoakan anak dengan doa-doa yang baik. Afirmasi positif ini bisa dianggap sebagai persiapan orang tua untuk menjadi pendidik sebelum melahirkan anaknya.
Meski begitu, masih banyak keluarga yang tidak memahami betapa pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak. Beberapa orang tua tidak peduli, sementara yang lain belum mengetahui cara mendukung pendidikan anak secara efektif. Oleh karena itu, Indra menjelaskan tiga pendekatan utama yang dapat dilakukan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.
Pertama, pada fase anak-anak masih kecil, orang tua berperan sebagai pemimpin. Tindakan dan ucapan orang tua akan sepenuhnya ditiru oleh anak. Fase ini sangat penting dalam membentuk kepribadian awal anak.
Kedua, ketika anak mulai tumbuh dewasa, peran orang tua berubah menjadi “teman” bagi si anak. Orang tua perlu menyadari bahwa anak sudah memiliki sedikit otoritas dalam membuat keputusan, meskipun belum semua hal dalam hidupnya.
Ketiga, ketika anak sudah dewasa, orang tua bertindak sebagai “observer” dalam kehidupan anak. Pada fase ini, keluarga menjadi pusat konsultatif atau tempat bertanya ketika diperlukan.
Jawaban atas pertanyaan apakah orang tua pernah memainkan peran dalam proses belajar anak adalah ya. Meskipun terkadang tidak kita sadari, orang tua biasanya memberikan nilai-nilai atau cerita-cerita yang sudah tertanam sejak lama. Terkadang nilai-nilai tersebut tidak cocok dengan anak sekarang, tetapi tujuannya bukan untuk menyesatkan, melainkan karena itulah nilai yang mereka ketahui.
Dengan demikian, peran orang tua dalam pendidikan anak sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Dukungan dari keluarga menjadi fondasi kuat dalam pembentukan karakter dan kemampuan akademik anak.