Penurunan Harga Saham Tempo Inti Media dan Tindakan Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) pada 3 September 2025. Keputusan ini diambil setelah harga saham emiten media tersebut mengalami kenaikan signifikan sejak Jumat, 29 Agustus 2025. BEI dalam pengumuman bursa menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan karena adanya peningkatan harga kumulatif yang sangat besar pada saham TMPO.
Data perdagangan menunjukkan bahwa pergerakan saham TMPO meningkat secara drastis sejak akhir Agustus. Pada 28 Agustus 2025, saham ditutup di harga Rp 145, lalu naik menjadi Rp 162 keesokan harinya. Pada 1 September 2025, harga melonjak ke Rp 218 per saham, kemudian kembali meningkat menjadi Rp 268 pada 2 September 2025. Volume transaksi juga meningkat pesat, mencapai 255,98 juta saham dengan nilai Rp 67,35 miliar, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 154,37 juta saham.
Penghentian perdagangan ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan secara matang. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar bursa. Keesokan harinya, BEI mengumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham TMPO di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi pertama tanggal 4 September 2025.
Tanggapan Direktur Tempo Inti Media
Menanggapi situasi ini, Direktur PT Tempo Inti Media Wahyu Dhyatmika menilai bahwa kenaikan harga saham TMPO tidak lepas dari kepercayaan publik terhadap reputasi perseroan sebagai perusahaan media independen. Kenaikan harga saham ini terjadi di tengah gelombang demonstran sepanjang pekan terakhir Agustus 2025.
“Mungkin orang merasa Tempo adalah media yang bisa dipercaya, sehingga sahamnya dianggap berharga untuk diperdagangkan,” kata Wahyu usai menggelar publik ekspose di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa, 9 September 2025.
Wahyu menjelaskan bahwa suspensi yang dilakukan BEI merupakan prosedur normal untuk memastikan keterbukaan informasi. “Kalau naik terlalu tinggi, memang aturan bursa menyatakan harus disuspensi dulu agar publik tahu kinerja perseroan. Itu wajar supaya tidak ada pihak yang menggoreng saham tanpa informasi yang memadai,” katanya.
Persepsi Publik Terhadap Konsistensi Perseroan
Wahyu menegaskan bahwa manajemen Tempo melihat lonjakan saham sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan publik terhadap konsistensi perseroan. Sebagai media, kata Wahyu, apresiasi tersebut akan dirawat dengan terus menghasilkan liputan yang relevan bagi publik. “Kami berterima kasih atas kepercayaan investor. Bagi kami kenaikan ini bukti adanya trust publik terhadap Tempo.”
Ia juga menegaskan bahwa aksi suspensi itu tidak akan mengubah komitmen Tempo untuk menjalankan bisnis media yang relevan dan independen. “Kami menganggap ini adalah apresiasi publik dan tentu Tempo akan terus menjaga agar liputannya selalu relevan, penting, dan bermanfaat,” katanya.
Kinerja Perseroan Per Semester I-2025
PT Tempo Inti Media yang resmi tercatat di BEI sejak 2001 merupakan perusahaan media nasional dengan portofolio bisnis mencakup TV Tempo, Tempo Institute, InfoMedia Digital, Tempo Data Science, hingga unit layanan meeting, incentive, convention, dan ekshibisi melalui D Impresario.
Sepanjang 2024, perseroan membukukan pendapatan Rp 254 miliar dengan laba komprehensif Rp 2,2 miliar. Namun, pada semester I 2025, pendapatan turun menjadi Rp 83 miliar dan mencatat rugi komprehensif Rp 7,1 miliar. Perseroan menargetkan pendapatan tahun penuh 2025 mencapai Rp 233,4 miliar dengan laba Rp 3,8 miliar.
Meski menghadapi tantangan, Wahyu menyebutkan beberapa unit bisnis menunjukkan pertumbuhan positif. Kinerja positif tampak dari lini TV Tempo yang membukukan pendapatan Rp 8,25 miliar pada semester I 2025, naik 30 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan Tempo Institute tumbuh signifikan 181,9 persen menjadi Rp 4,3 miliar, dan pendapatan dari bagian sirkulasi digital meningkat 69,6 persen menjadi Rp 4,26 miliar.