P3JB Ancam Kembali Demo dengan Massa Lebih Banyak

Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) menyatakan kesiapan untuk kembali menggelar aksi demonstrasi di Gedung Sate, dengan jumlah peserta yang lebih besar. Mereka menuntut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencabut larangan study tour yang dikeluarkan belakangan ini.

Herdi Sudardja, Koordinator P3JB, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai upaya bersamaan, termasuk melalui jalur legislatif. “Kita akan berupaya melalui DPRD Jabar maupun DPR RI,” ujarnya.

Menurut Herdi, kebijakan tersebut sangat merugikan sektor pariwisata yang merupakan salah satu industri terbesar di Jawa Barat. “Sejak dulu, program study tour tidak pernah dilarang. Bahkan, kepala daerah sebelumnya tidak pernah menerbitkan aturan untuk melarang kegiatan itu,” katanya.

Ia juga menilai alasan pelarangan study tour untuk meringankan beban orang tua siswa tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, ada banyak cara lain yang bisa dilakukan, seperti subsidi silang atau penggunaan dana sekolah. “Bahkan, orang tua bisa menabung untuk biaya pendidikan,” tambahnya.

Kritik Terhadap Keputusan Tanpa Kajian dan Dialog

Herdi menilai keputusan Dedi Mulyadi diambil tanpa adanya kajian matang dan dialog dengan para pelaku usaha pariwisata. “Peraturan ini diterbitkan tiba-tiba, tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi dan sektor lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan sikap gubernur yang tidak pernah bertemu langsung dengan peserta aksi. “Beliau tidak punya nyali untuk bertatap muka langsung dengan peserta demo. Selama ini, beliau hanya menjawab kritikan lewat media sosial,” kata Herdi.

Dedi Jawab Protes Lewat TikTok

Saat diminta komentarnya terkait aksi demonstrasi sopir bus pariwisata, Dedi Mulyadi hanya menjawab singkat. “Tadi pagi sudah ada pernyataan saya di TikTok,” ujarnya setelah menghadiri acara di Sukabumi.

Ia juga menegaskan bahwa dalam videonya di TikTok, ia menjelaskan bahwa larangan hanya berlaku untuk study tour, bukan seluruh industri pariwisata. “Yang diprotes adalah jasa kepariwisataan. SK saya adalah SK study tour, yang dilarang itu kegiatan study tour,” ujarnya sambil menyapa warganet.

Menurut Dedi, demonstrasi justru menunjukkan bahwa study tour selama ini hanyalah kegiatan rekreasi. “Dengan demonstrasi itu, semakin jelas bahwa kegiatan study tour sebenarnya kegiatan piknik,” tegasnya.

Dukungan dari Asosiasi Jeep Yogyakarta

Demonstrasi ini juga mendapat dukungan dari asosiasi Jeep Yogyakarta yang biasa melayani wisata Gunung Merapi. “Bukan hanya dari orang Jawa Barat yang demo, tetapi juga dari Yogyakarta,” katanya.

Membela Orang Tua Murid

Dedi menyatakan bahwa dirinya tetap pada pendiriannya untuk menjaga ketenangan orang tua siswa, meminimalkan beban biaya pendidikan, dan mengutamakan pendidikan karakter. “Insya Allah saya tetap berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa agar tidak terlalu banyak pengeluaran di luar kebutuhan pendidikan,” tuturnya.

Ia berharap industri pariwisata tetap tumbuh, tetapi diarahkan pada wisatawan yang memiliki kesiapan finansial. “Semoga industri pariwisata tumbuh, sehingga yang datang berwisata itu orang luar negeri, atau orang-orang yang memang punya uang, bukan orang yang dipaksa ikut piknik dengan alasan study tour,” pungkasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *