Kinerja PANI di Tengah Tantangan Pasar Properti
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menghadapi tantangan dalam mencapai target kinerja di sisa tahun 2025. Meski telah melakukan berbagai strategi, pendapatan prapenjualan atau marketing sales PANI hingga semester I 2025 masih jauh dari target yang ditetapkan. Perkiraan pendapatan yang dicatatkan oleh perseroan hanya sebesar Rp 1,2 triliun, atau sekitar 22% dari target tahun ini yang mencapai Rp 5,3 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa PANI harus meningkatkan upaya secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi target tersebut.
Direktur PANI, Yohanes Edmond Budiman, menyatakan bahwa meskipun angka yang diraih masih jauh dari target, pihaknya belum berencana untuk menurunkan target marketing sales tahun ini. Optimisme ini didasarkan pada beberapa faktor eksternal seperti peningkatan pengeluaran APBN di semester II 2025 dan tren penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang saat ini berada di level 5%. Penurunan suku bunga ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat serta menurunkan biaya pembiayaan properti, termasuk pembelian rumah dan ruko.
Rights Issue sebagai Strategi Pengembangan
Selain fokus pada peningkatan marketing sales, PANI juga menargetkan pelaksanaan rights issue ketiga pada bulan Desember 2025. Corporate Secretary PANI, Christy Grassela, menjelaskan bahwa dalam rights issue ini, perseroan akan menerbitkan saham baru dengan total nilai maksimum sebesar Rp 16,7 triliun. Sebagian besar dana yang terkumpul akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan PANI pada saham entitas anaknya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Saat ini, PANI memiliki 46% saham CBDK dan berencana menambah kepemilikan hingga maksimum 90%.
Selain itu, sekitar Rp 600 miliar dari dana rights issue akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan usaha tiga anak perusahaan PANI, yaitu PT Cahaya Inti Sentosa, PT Karunia Utama Selaras, dan PT Panorama Eka Tunggal. Dana tersebut akan digunakan untuk pre-construction dan construction on ground di proyek-proyek tersebut. Jika rights issue III dan akuisisi saham CBDK berhasil dilakukan, PANI diharapkan bisa meningkatkan laba bersih dua kali lipat pada tahun 2026.
Prospek dan Rekomendasi Saham
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memberikan analisis terkait prospek PANI. Menurutnya, transaksi akuisisi saham CBDK melebihi 50% ekuitas konsolidasi PANI. Namun, transaksi ini dinilai layak secara komersial dengan valuasi yang wajar, termasuk diskon sebesar 75% terhadap NAV CBDK. Hal ini menunjukkan potensi kenaikan NAV PANI yang cukup menjanjikan.
Meski demikian, marketing sales PANI hingga semester I 2025 masih jauh dari target, yang menunjukkan perlambatan pasar properti dan sikap “wait and see” konsumen. Untuk menghadapi kondisi ini, PANI harus meningkatkan upaya dalam meningkatkan penjualan dan pemasaran selama semester II 2025. Dengan modal tambahan dari rights issue, perseroan diharapkan bisa lebih fleksibel dalam mengembangkan proyek dan mempercepat penjualan.
Dalam rekomendasi saham, Liza menyarankan investor untuk menunggu arah break out pola Flag dengan level support di Rp 15.575 – Rp 15.450 per saham dan Rp 14.600 per saham, serta resistance di Rp 16.150 per saham, Rp 16.900 – Rp 17.250 per saham, dan Rp 18.000 per saham. Target harga saham PANI di kisaran Rp 17.000 – Rp 17.250 per saham.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat kinerja PANI di semester I 2025 masih baik karena beban yang berhasil ditekan. Aksi rights issue juga merupakan langkah ekspansi bisnis yang bisa meningkatkan performa fundamental PANI ke depan. Meskipun begitu, saham PANI masih dalam fase bearish. Oleh karena itu, Nafan belum memberikan rekomendasi untuk saham PANI.