Isu Ijazah Palsu Jokowi Terus Bergulir, Roy Suryo Bocorkan Identitas “Mr. P”

Isu mengenai ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi perhatian publik. Sejak beberapa waktu lalu, isu ini terus beredar dan menimbulkan berbagai reaksi dari berbagai pihak, termasuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo.

Roy Suryo mengklaim bahwa dirinya memiliki informasi yang menyatakan bahwa ijazah Jokowi itu palsu. Ia bahkan menyebut sosok yang diduga menciptakan ijazah tersebut sebagai “Mr. P”. Meski tidak memberikan identitas jelas, ia memperlihatkan sebuah foto yang menunjukkan sekelompok orang yang sedang berfoto setelah menghadiri acara yang diadakan oleh seseorang dengan inisial “Mr. P”.

“Salah satu atau beberapa orang dari foto ini adalah orang yang membuat ijazah palsu Jokowi,” ujar Roy dalam konferensi pers yang diunggah ke YouTube Refly Harun. Ia menjelaskan bahwa foto tersebut diambil pada 1 Mei 2025 dan merupakan pertemuan yang diatur oleh Mr. P.

Selain itu, Roy juga menyebut bahwa Mr. P dilaporkan ke Polda Metro Jaya bersama dengan ahli digital forensik Rismon Sianipar. Laporan tersebut dilakukan pada dini hari, sehingga menimbulkan dugaan adanya kesengajaan untuk menghentikan pengungkapan fakta.

Ia juga mengklaim bahwa informasi yang dimilikinya berasal dari mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) bernama Kolonel Inf (Purn) Sri Radjasa Chandra. Menurutnya, data tersebut sangat jelas dan tidak bisa disangkal.

Rektor UGM Dipanggil oleh Presiden

Lebih lanjut, Roy menyebut bahwa Rektor UGM, Ova Emilia, dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto terkait kasus ijazah Jokowi. Ia mengatakan bahwa Prabowo meminta agar Ova Emilia terbuka dan menjawab isu tersebut secara transparan.

“Presiden ingin agar Rektor UGM menyampaikan kebenaran terkait masalah ini,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini sudah sampai ke tingkat pemerintahan tertinggi.

Beathor Suryadi dan Penghapusan Jabatannya

Sebelumnya, isu ini juga muncul dari politikus PDIP, Beathor Suryadi. Ia mengungkapkan bahwa seluruh dokumen Jokowi terkait pencalonannya sebagai calon gubernur Jakarta pada Pilkada 2012 dibuat di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat.

Namun, setelah pernyataannya tersebut, Beathor dipecat dari jabatannya sebagai Tenaga Ahli Pimpinan BP Taksin. Surat pemecatan tersebut menyebutkan bahwa ia melanggar kode etik dan tidak memenuhi standar kinerja. Meski demikian, tidak ada penjelasan rinci tentang pelanggaran apa yang dilakukannya.

Siapa Sebenarnya “Mr. P”?

Sosok “Mr. P” yang disebut oleh Roy Suryo masih menjadi teka-teki. Namun, diduga kuat bahwa sosok tersebut adalah Paiman Raharjo, mantan Wakil Menteri Desa dan PDTT. Paiman baru-baru ini melaporkan Roy Suryo dan kawan-kawannya ke Polda Metro Jaya karena dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.

Farhat Abbas, kuasa hukum Paiman, menyatakan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dua laporan yang diajukan. Salah satunya terkait pemerasan yang ditujukan kepada Bambang Suryadi Beathor.

Paiman sendiri membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam pembuatan ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merugikan reputasinya. Bahkan, ia mengaku dimintai uang sebesar Rp 20 juta oleh Beathor, namun hanya memberikan Rp 15 juta melalui transfer.

Selain melaporkan ke polisi, Paiman juga mengajukan gugatan hukum terhadap Roy Suryo dan kawan-kawannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan ini terkait dugaan perbuatan melawan hukum yang terkait dengan isu ijazah Jokowi.

Dengan begitu, isu ijazah palsu Jokowi terus berlanjut dan menarik perhatian banyak pihak. Setiap klaim dan pernyataan yang dikeluarkan oleh para tokoh terkait semakin memperkuat polarisasi opini publik.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *