Pembagian Dividen yang Dinantikan oleh Investor
Pembagian dividen emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menjadi salah satu yang dinantikan oleh para investor. Emitter ini dikenal rajin membagikan dividen dua kali dalam setahun dengan nominal yang cukup besar. Sejak beberapa tahun terakhir, ITMG rutin membagikan dividen interim pada bulan September.
Untuk tahun buku 2024, ITMG memberikan dividen interim sebesar Rp 1.228 per saham pada 25 September 2024. Sementara itu, untuk tahun buku 2023, perseroan membagikan dividen interim sebesar Rp 2.260 per saham pada 22 September 2023. Bahkan, pada suatu waktu, ITMG pernah membagikan dividen sebesar Rp 6.416 per saham kepada para investornya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah pembagian dividen ITMG.
Kegiatan Pubex dan Rencana Masa Depan
Dalam keterbukaan informasi terbaru, Corporate Secretary ITMG Monika Ida Krisnamurti menyampaikan bahwa perseroan akan menyelenggarakan Public Expose Tahunan (Pubex) untuk tahun buku yang berakhir pada 2024. Pubex tersebut akan diselenggarakan secara langsung di laman IDX.co.id pada 10 September 2025 pukul 14.00 WIB. Dalam acara tersebut, ITMG akan membahas laporan kinerja selama kuartal kedua tahun 2025, serta prospek dan strategi usaha ke depan.
Proyeksi Dividen dan Strategi Ke Depan
Menurut Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, ITMG kemungkinan besar akan membagikan dividen interim seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun harga batu bara sedang lesu, ia menilai hal tersebut dapat dimitigasi melalui efisiensi. Wafi menyarankan investor untuk melakukan hold terhadap saham ITMG dengan target harga terdekat menuju level 23.000.
Sementara itu, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menyatakan bahwa dividen yield ITMG selalu menarik bagi investor karena berada di atas deposito. Menurutnya, investor meyakini bahwa ITMG akan kembali membagikan dividen. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pembagian dividen ditentukan oleh kinerja fundamental perusahaan. Jika kinerja perusahaan tidak stabil, ini bisa menjadi perhatian serius bagi ITMG.
Secara teknikal, Nafan mengatakan harga saham ITMG sedang berada di harga rendah. Meski begitu, ia berharap kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap tren pembagian dividen ke depannya. Ia menyarankan investor untuk melakukan accumulative buy dengan target harga di Rp 25.800.
Pembagian Dividen Mei 2025
Pada bulan Mei lalu, ITMG baru saja membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar US$ 153.125.777 atau setara Rp 2,58 triliun. Angka tersebut setara dengan Rp 2.245 per lembar saham atau dividen yield 9,9% menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (Kurs BI) pada 8 April 2025. Dividen dibagikan dalam bentuk tunai kepada para pemegang saham.
Selama dua tahun terakhir, perusahaan tetap berkomitmen memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi pemegang saham. Berdasarkan data RTI Business, laba per saham atau EPS ITMG mengalami penurunan sepanjang 2024. Pada kuartal pertama 2024, EPS tercatat sebesar Rp 865, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang mencapai Rp 2.421. Pelemahan berlanjut di kuartal kedua dengan EPS sebesar Rp 1.007 turun dari Rp 1.652 pada 2023.
Namun, pada kuartal ketiga 2024, ITMG mencatat kenaikan EPS menjadi Rp 1.786, lebih tinggi dibandingkan Rp 1.487 pada kuartal ketiga 2023. Secara tahunan, EPS ITMG berada di angka Rp 5.349 pada 2024, lebih rendah dibandingkan Rp 6.836 pada 2023 dan jauh dari Rp 16.559 pada 2022. Meski mengalami penurunan laba per saham, ITMG tetap konsisten membagikan dividen.
Kinerja ITMG Sepanjang Semester I-2025
Di tengah tekanan harga, ITMG tetap mencatat laba periode berjalan sebesar US$ 91 juta atau sekitar Rp 1,48 triliun hingga akhir Juni 2025. Pendapatan mencapai US$ 919 juta, turun 12% dibandingkan tahun lalu. Meski terdapat penurunan laba, efisiensi biaya produksi dan operasional membantu menjaga profitabilitas. Selain itu, perseroan mulai melebarkan sayap ke bisnis nikel melalui akuisisi saham di PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE).
“ITMG mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebesar 12% yoy mencapai 10,4 juta ton, disertai dengan peningkatan volume penjualan sebesar 8% menjadi 11,7 juta ton,” tulis manajemen ITMG dalam keterangan resminya, Selasa (12/8). Meski volume penjualan naik 8% year-on-year, pendapatan tertekan oleh penurunan rata-rata harga jual (ASP) batu bara sebesar 19%, dari US$97 per ton per Juni 2024 menjadi US$ 78 per ton di Juni 2025, seiring melemahnya harga acuan batubara, khususnya Indonesia Coal Index (ICI).
Produksi batu bara ITMG pada sepanjang enam bulan pertama meningkat. Perusahaan menekan beban pokok pendapatan sebesar 10% menjadi US$ 695 juta dari US$ 774 juta hingga Juni 2025. Penurunan ini ditopang oleh biaya operasional yang lebih rendah serta efisiensi pada biaya-biaya yang dapat dikendalikan. Secara tahunan, beban penjualan turun US$ 2 juta, beban umum dan administrasi naik US$ 4 juta, sehingga total beban operasional hingga Juni 2025 tercatat sebesar US$ 100 juta.
Akuisisi Perusahaan Tambang Nikel
Adapun ITMG telah mengakuisisi 9,62% saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) dengan nilai transaksi US$ 16 juta atau Rp 260,67 miliar. Manajemen ITMG menyebut langkah ini sebagai pencapaian penting dalam strategi transformasi bisnis ITMG dan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transisi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. “Dan menandai langkah pertama ITMG dalam sektor mineral strategis dengan memasuki industri nikel,” ujar manajemen ITMG.