Dua Wajah di Kualifikasi Sprint Grand Prix Belgia

Charles Leclerc mengakhiri sesi kualifikasi untuk Sprint Grand Prix Belgia dengan posisi keempat, namun dengan jarak yang cukup jauh dari pemimpin. Selisih hampir delapan persepuluh detik membuatnya merasa belum puas dengan performa mobil SF-25. Masalah ini menjadi fokus utama bagi tim Ferrari, terutama setelah mereka membawa inovasi teknis besar dalam bentuk suspensi belakang.

Perubahan tersebut seharusnya membantu menyelesaikan beberapa masalah yang dihadapi SF-25 pada awal musim ini. Namun, seperti yang juga dilakukan oleh Mercedes, perubahan besar membutuhkan waktu untuk sepenuhnya optimal. Leclerc mengakui bahwa ia merasakan perbedaan dalam cara mengendarai mobil, tetapi jarak ke puncak masih sangat signifikan.

“Saya merasakan perubahannya, tapi jaraknya masih sangat besar. Kami telah melakukan langkah maju, tetapi di trek ini McLaren tampak lebih cepat dari biasanya. Dari sudut pandang itu, ini mengecewakan,” ujar Leclerc setelah kualifikasi Sprint.

Perbedaan di Sektor Kedua

Jika melihat data waktu, mayoritas kesenjangan antara Ferrari dan Red Bull terjadi di sektor kedua, bagian yang paling teknis dan dinamis. Di sini, SF-2025 tidak memiliki keunggulan khusus. Meskipun Red Bull berhasil tampil efektif di tikungan berkecepatan tinggi seperti Pouhon, Ferrari justru kesulitan bahkan di tikungan yang seharusnya bisa memperkecil celah.

Masalah ini penting karena di Spa, beban mobil terasa paling besar di bagian tengah. Di sinilah Ferrarista fokus pada analisis, terutama soal kurangnya cengkeraman yang menunjukkan kekurangan lain dari mobil, bukan hanya secara mekanis.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami butuh lebih banyak cengkeraman. Saya pikir kami tidak melakukan sesuatu yang salah, tapi kami membutuhkan lebih banyak cengkeraman, sesuatu yang saat ini kami belum miliki,” tambah Leclerc.

Kecepatan Tinggi sebagai Keuntungan Red Bull

RB21, mobil Red Bull, dikenal sangat efisien dan memiliki kekuatan utama pada kecepatan tertinggi. Hal ini menjelaskan mengapa jarak antara Leclerc dan Verstappen masih cukup jauh, sekitar tiga persepuluh detik.

Ini adalah hal yang paling mengecewakan bagi Leclerc. Meskipun Mercedes tidak muncul di batasnya hari ini, Ferrari tetap berada di urutan ketiga dengan jarak yang mengkhawatirkan. Meski demikian, ia mengakui bahwa perasaan dengan mobilnya cukup baik.

“Perasaan saya dengan mobil itu sebenarnya sangat bagus. Perasaan saya campur aduk: di satu sisi saya senang mobilnya terasa lebih baik, tapi di sisi lain, meskipun mobilnya lebih baik dan memberikan perasaan yang baik, kami masih tertinggal tujuh persepuluh, dan itu sangat banyak. Ini jelas merupakan trek yang panjang, tapi ini adalah celah yang penting,” katanya.

Fokus pada Peningkatan Berkelanjutan

Leclerc mengatakan bahwa meskipun ada peningkatan, masih banyak yang harus diperbaiki. Ia percaya bahwa perubahan pada suspensi belakang adalah langkah penting, tetapi dibutuhkan waktu untuk mengoptimalkan seluruh paket teknis. Dengan pengembangan yang terus-menerus, Ferrari berharap bisa menutup celah dengan pesaing terdekat, terutama di trek seperti Spa-Francorchamps.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *