Murugan Temple Ditutup Sementara Akibat Kebiasaan Pengunjung yang Berlebihan
Murugan Temple, yang menjadi tempat ibadah baru bagi umat Hindu dan Buddha di Jakarta, mengambil keputusan untuk menutup sementara operasionalnya setelah viral dan diserbu oleh ribuan pengunjung. Meskipun kuil ini telah diresmikan pada Februari 2025 lalu, masih ada beberapa pekerjaan yang sedang dikerjakan di lokasi tersebut.
Kuil yang memiliki arsitektur khas Hindu-India dan tinggi sekitar 45 meter ini menjadi perhatian masyarakat luas berkat banyaknya video yang menampilkan keindahannya dari berbagai sudut. Salah satu video yang diunggah oleh akun @jakartabarat24 jam, menunjukkan antrean panjang warga yang ingin masuk ke area rooftop Murugan Temple. Mereka bahkan rela berdesak-desakan hanya untuk bisa masuk dan berfoto di kuil tersebut.
Saat Warta Kota mengunjungi lokasi tersebut pada Rabu (23/7/2025), terlihat sejumlah pengunjung, terutama para ibu-ibu, tidak diizinkan masuk oleh petugas keamanan. Pengelola telah memasang beberapa spanduk sebagai pemberitahuan bahwa kuil ditutup sementara waktu. Isi spanduk tersebut menyatakan permohonan maaf kepada seluruh pengunjung umum karena adanya acara ibadah dan pekerjaan konstruksi lift. Penutupan ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan bersama.
Pengelola belum dapat memastikan kapan operasional akan kembali dibuka. Namun, umat Hindu atau Buddha tetap diperkenankan untuk beribadah di Murugan Temple. Pihak pengelola juga memasang spanduk lain yang menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah tetap berlangsung seperti biasa.
Selwendren, Ketua Umum Yayasan Shri Sananthana Dharma Aalayam, membenarkan penutupan sementara tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme masyarakat yang senang dan memviralkan tempat ibadahnya. Namun, ia dan pengelola tidak menyangka efeknya akan sebesar ini, terlebih karena ini pertama kalinya mereka mengelola rumah ibadah.
Menurut Selwendren, awalnya jumlah pengunjung hanya berkisar antara 100 hingga 200 orang, sehingga masih bisa diatasi. Namun, jumlah itu meningkat drastis hingga mencapai 1.100 orang dalam satu hari. Hal ini membuat pengelola kewalahan karena waktu yang sempit, yaitu dari pukul 12.30 WIB hingga 16.00 WIB. Dengan waktu yang terbatas, mereka kesulitan mengendalikan jumlah orang yang datang, terutama karena harus melakukan ibadah di dalam kuil setelah jam tersebut.
Selwendren juga merasa kasihan dengan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang dan menghabiskan waktu berjam-jam di bawah terik matahari hanya untuk melihat keindahan Murugan Temple. Antrean yang panjang membuat masyarakat harus berjemur hingga ke area gerbang karena kapasitas kuil yang terbatas. Oleh karena itu, pihak pengelola memutuskan untuk menutup sementara dan melakukan pembenahan sistem.
Ke depan, pihak pengelola akan menerapkan pembatasan kunjungan dengan sistem pendaftaran online. Dengan demikian, semua masyarakat bisa menikmati arsitektur Murugan Temple tanpa harus berdesak-desakan. Untuk hari tertentu, maksimal 200 orang akan diperbolehkan masuk dalam satu hari, dengan jam operasional yang terbatas agar tidak terjadi antrean panjang dan mengganggu aktivitas di sekitar kuil.
Meski penutupan sementara dilakukan, aktivitas ibadah di Murugan Temple tetap berjalan normal sambil pengelola melakukan pembenahan sistem. Selwendren menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk siapa pun masyarakat yang ingin berkunjung. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Murugan Temple sebagian besar didanai oleh umat Muslim.
Ia berharap, pada hari Senin ini, kuil akan kembali dibuka. Pihak pengelola menyatakan bahwa mereka terbuka untuk semua umat, dengan batasan-batasan yang berlaku. Contohnya, seperti di masjid, pengunjung harus melepas sandal, mencuci kaki, dan melakukan hal-hal serupa seperti berwudhu. Wanita yang sedang haid dilarang masuk dan juga dilarang mengonsumsi makanan berbasis hewan.
Untuk masyarakat yang ingin beribadah, jadwal operasional Murugan Temple adalah pagi mulai pukul 6.30 WIB hingga 12.30 WIB, dan sore hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.