Penurunan Jumlah Siswa di SMA Tamansiswa Bandung
SMA Tamansiswa yang berlokasi di Jalan Tamansiswa No 7, Kota Bandung, mengalami penurunan signifikan dalam jumlah siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Hanya satu orang siswa yang mendaftar dan resmi bergabung dengan sekolah tersebut. Hal ini terjadi setelah sejumlah calon siswa memilih pindah ke sekolah negeri karena aturan kuota rombongan belajar (rombel) yang ditetapkan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Untuk jenjang SMP, jumlah siswa baru mencapai enam orang, sedangkan untuk SMK tidak ada sama sekali siswa yang mendaftar. Kondisi ini menunjukkan tren penurunan yang sudah berlangsung lama sejak kebijakan zonasi diberlakukan. Penurunan ini semakin parah akibat pembatasan kuota siswa di sekolah negeri yang hanya diperbolehkan maksimal 50 orang per rombel.
Perubahan dari Tahun ke Tahun
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah siswa yang mendaftar ke SMA Tamansiswa mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2024, sekolah ini menerima 12 siswa baru. Namun, pada tahun ajaran 2025/2026, hanya satu orang yang tetap bersekolah setelah beberapa di antaranya memutuskan pindah ke sekolah negeri. Anwar Hadjah, Ketua Bidang Organisasi dan Panitera Yayasan Taman Siswa, menjelaskan bahwa awalnya ada 12 calon siswa yang mendaftar, namun seiring waktu mereka beralih ke sekolah negeri.
“Jadi tinggal dua, kemudian yang satu juga enggak ada beritanya, tinggal satu orang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ini berbeda jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya pada masa sebelum adanya kebijakan zonasi.
Kondisi di SMK dan SMP
Di tingkat SMK, jumlah siswa yang mendaftar mencapai lima orang. Namun, seiring waktu, semua siswa tersebut memilih pindah ke sekolah negeri. Salah satu siswa yang telah mendaftar dan masuk ternyata tidak bertahan. “Padahal sudah bayar itu, sudah bayar mereka itu ya tapi karena pasti lebih milih negeri gitu ya,” kata Anwar.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, jumlah siswa yang mendaftar mencapai belasan orang, namun hanya enam orang yang resmi bersekolah. Meski jumlahnya sangat sedikit, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan kepada siswa yang ada.
Komitmen Sekolah Terhadap Siswa
Meskipun hanya satu siswa yang bersekolah, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan pengajaran yang berkualitas. “Iya tetap tetap kita kan harus bertanggung jawab gitu ya. Jadi tetap dilakukan, gurunya juga semangat. Siswa-siswanya walaupun satu tapi dia semangat untuk terus belajar,” ujar Anwar.
Ia menyebutkan bahwa penurunan jumlah siswa di SMA Tamansiswa sudah terjadi sejak penerapan kebijakan zonasi. “Jadi memang mengalami penurunan terutama sejak tahun 2012 kalau enggak salah,” tambahnya.
Upaya Memperbaiki Kondisi
Anwar mengatakan bahwa pihak sekolah akan terus mencari solusi agar jumlah siswa kembali meningkat. “Kami akan memperbaiki kondisi internal kami, kami bisa membuka PKM, membuka kursus, membuka lembaga-lembaga kegiatan pendidikan yang lain ya. Dan kami masih punya taman kanak-kanak di Pandanwangi yang juga berkembang ya,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga berupaya memperkuat reputasinya melalui prestasi olahraga. Beberapa alumni sekolah ini menjadi atlet nasional, seperti Taufik Hidayat yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga serta Eka Ramdani, mantan pemain Persib Bandung.
“Ya itu ada Taufik Hidayat itu yang terkenal kemudian Atep sepak bola, lalu Eka Ramdani ya,” tutup Anwar.