Kebakaran Lahan Gambut di Muaro Jambi Terus Meluas

Kebakaran lahan gambut yang terjadi di wilayah Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, telah mencapai luasan sebesar 264 hektar. Peristiwa ini sudah berlangsung sejak hari Minggu (20/7/2025) dan hingga saat ini masih terus meluas.

Dari total area yang terbakar, tim pemadam kebakaran hanya berhasil memadamkan sekitar 13,5 hektar. Cuaca yang panas memperparah situasi, sehingga api cepat menyebar ke area yang lebih luas. Pihak terkait mengklaim bahwa personel di lapangan terus berupaya memadamkan api meskipun kondisi tidak mudah.

Pemadaman kebakaran di lokasi tersebut kini menjadi fokus utama dari berbagai pihak. Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, BPBD, warga sekitar, serta perusahaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Semua pihak bekerja sama untuk membatasi dampak kebakaran.

Upaya Pemadaman dengan Bantuan Water Bombing

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Alias, menyatakan bahwa hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku untuk memadamkan api. Ia menjelaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk menghadapi kebakaran ini. Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan dari BPBD Provinsi Jambi.

Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, pihak BPBD melakukan upaya pendekatan dengan membuat kanal-kanal sederhana. Langkah ini bertujuan untuk memperlambat penyebaran api. Selain itu, mereka juga meminta bantuan dari BPBD Provinsi Jambi agar dapat meminta bantuan helikopter waterbombing dari BNPB.

“Mudah-mudahan helikopter segera turun ke lokasi,” ujar Alias, yang menunjukkan harapan tinggi terhadap bantuan ekstra tersebut.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran Dilakukan

Polda Jambi saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua wilayah, yaitu Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi dan Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menurut informasi yang diperoleh, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. IPDA Maulana, yang merupakan Paur Penum Subbid Penmas, menyampaikan bahwa penyelidikan masih dalam proses. Tidak ada pihak yang telah diamankan atau dimintai keterangan.

Diketahui bahwa dua lokasi yang terbakar terdiri dari satu lahan milik perorangan dan satu lainnya berada di kawasan konsesi perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI). Meski belum ada tersangka, pihak kepolisian tetap berupaya mencegah potensi kebakaran dengan fokus pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan karhutla.

Kolaborasi untuk Menghadapi Karhutla

Polda Jambi dan jajaran terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyikapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Langkah-langkah pencegahan dilakukan guna mengurangi risiko kebakaran yang bisa terjadi kembali.

Selain itu, pihak kepolisian juga aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran. Dengan kerja sama yang baik antara berbagai instansi, diharapkan kebakaran seperti ini dapat diminimalisir dan cepat ditangani jika terjadi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *