PSHT: Sejarah dan Peran dalam Dunia Pencak Silat
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah salah satu organisasi pencak silat tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Madiun, Jawa Timur, PSHT memiliki peran penting dalam menjaga kebudayaan bela diri tradisional Nusantara. Awalnya bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC), organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate setelah kongres pertama di Madiun pada tahun 1951.
PSHT tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang mengajarkan ilmu pencak silat, tetapi juga sebagai wadah bagi para pemuda dan pejuang kemerdekaan untuk melawan penjajahan Belanda. Ki Hadjar Hardjo Oetomo, pendiri PSHT, memperoleh ilmu dari Ki Ngabehi Soerodiwirjo, seorang tokoh yang mengajar ilmu Setia Hati kepada kalangan bangsawan. Namun, ia ingin agar ilmu tersebut bisa diakses oleh masyarakat luas, termasuk para pemuda.
Perkembangan PSHT
Seiring berjalannya waktu, PSHT berkembang pesat dengan partisipasi banyak anggota. Selain Ki Hadjar Hardjo Oetomo, beberapa tokoh lain turut berkontribusi dalam perkembangan organisasi ini, seperti RM Soetomo Mangkoedjojo, Santoso Kartoatmodjo, Irsyad, RM Imam Koesoepangat, dan KRT Tarmadji Budi Harsono. Dengan dukungan para tokoh tersebut, PSHT terus berkembang dan menjadi salah satu organisasi pencak silat yang paling dihormati di Indonesia.
Profil Kangmas R. Moerdjoko
Kangmas R. Moerdjoko, yang memiliki nama lengkap Raden Murjoko Hadi Wiyono, adalah Ketua Umum PSHT. Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 22 Februari 1953, Kangmas R. Moerdjoko memiliki latar belakang pendidikan dalam bidang Fisika. Ia menyelesaikan studi sarjana Fisika di Surabaya. Meski demikian, minatnya terhadap pencak silat sudah terbentuk sejak usia muda.
Kangmas R. Moerdjoko bergabung dengan PSHT sejak tahun 1971, setelah lulus Sekolah Menengah Pertama. Dari sana, ia terus mengasah kemampuan bela dirinya dan akhirnya diangkat sebagai pelatih di Surabaya. Selama masa kepemimpinannya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis di PSHT, termasuk Sekretaris Cabang Madiun, Sekretaris I Pengurus Pusat, dan Ketua I Pengurus Pusat PSHT.
Selain aktif di PSHT, Kangmas R. Moerdjoko juga aktif dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris IPSI Madiun dan Ketua Harian IPSI Madiun. Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua IPSI Kota Madiun pada tahun 2000. Dengan pengalamannya, Kangmas R. Moerdjoko telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pencak silat di Indonesia.
Isu Terkini tentang PSHT di Jepang
Baru-baru ini, PSHT kembali menjadi sorotan karena aktivitas mereka di Jepang. Kelompok PSHT Jepang menggelar latihan di ruang terbuka dan membentangkan spanduk. Kejadian ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Beberapa menyambut positif, sementara yang lain mengkritik tindakan tersebut.
Banyak netizen mengecam PSHT atas dasar tudingan mencoreng citra Indonesia di negara orang. Mereka menyarankan agar PSHT lebih bijak dalam menggelar kegiatan di luar negeri. Beberapa komentar menyebut bahwa tindakan tersebut terkesan norak dan tidak sopan.
Namun, PSHT Jepang memberikan klarifikasi bahwa aksi tersebut terjadi tiga tahun lalu. Mereka menyampaikan permintaan maaf dan menyadari bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan norma di Jepang. PSHT Jepang juga menegaskan bahwa mereka tidak ditindak oleh otoritas setempat dan dapat melakukan latihan di ruang publik.
Meski begitu, netizen tetap meminta PSHT untuk lebih hati-hati dalam menggelar kegiatan di luar negeri agar tidak merugikan citra bangsa Indonesia. Mereka menekankan pentingnya menjaga adab dan menghormati tempat yang dikunjungi.