Kinerja Semester I-2025 CPIN: Laba Naik, Pendapatan Tumbuh Tipis
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berhasil mencatatkan laba yang positif pada semester pertama tahun 2025. Namun, pertumbuhan pendapatan hanya sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan daya beli masyarakat diproyeksikan tetap menjadi faktor penghambat kinerja perusahaan pada semester kedua 2025.
Laba CPIN pada semester I-2025 mencapai Rp 1,9 triliun, meningkat 7,48% dibandingkan dengan laba sebesar Rp 1,76 triliun pada semester I-2024. Sementara itu, pendapatan perusahaan naik sedikit menjadi Rp 33,06 triliun dari sebelumnya Rp 32,96 triliun. Meskipun ada peningkatan, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 7% yang tercatat pada semester I-2024.
Ezaridho Ibnutama, Analis NH Korindo Sekuritas, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pendapatan yang sangat kecil ini mengindikasikan perlambatan permintaan di tengah situasi pasar yang tidak stabil. Ia menyoroti bahwa pertumbuhan pendapatan pada semester II-2024 mencapai 12%, namun di semester I-2025 hanya tumbuh 0,3%. Hal ini menjadi isyarat bahwa kondisi pasar mulai mengalami tekanan.
Penurunan Harga Unggas dan Kebijakan Pemerintah
Selama semester pertama, harga unggas mengalami penurunan akibat konsumsi yang stabil dan impor yang berlebihan untuk mendukung program Makan Bergizi Nasional (MBG). Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, Kementerian Pertanian mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menetapkan harga ayam hidup sebesar Rp 18.000 per kilogram pada 19 Juni 2025.
Langkah intervensi pemerintah juga mencakup pemusnahan 3 juta induk ayam pada Juli 2025 dan 49,8 juta telur tetas antara April-Mei 2025. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pasokan ayam yang berlebihan dan menjaga stabilitas harga.
Sistem Informasi Pasar Online Nasional (Simponi) – Ternak mencatatkan harga ayam utuh di tingkat konsumen DKI Jakarta sebesar Rp 38.660 per ekor pada 15 September 2025. Angka ini meningkat 10,46% dibandingkan harga pada Mei 2025 yang sebesar Rp 35.000 per ekor.
Prospek Kinerja CPIN di Semester II-2025
Arief Machrus, Analis Ina Sekuritas, memperkirakan bahwa harga ayam pedaging akan tetap stabil karena adanya pemusnahan induk ayam dan pengurangan kuota impor GPS (Grand Parent Stock). Ini akan membantu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan serta membatasi risiko kelebihan pasokan.
Menurut Victor Stefano, Analis BRI Danareksa Sekuritas, prospek kinerja CPIN di semester II-2025 diperkirakan lebih baik, didorong oleh outlook supply-demand yang membaik. Selain itu, harga livebird yang bertahan di atas Rp20.000/kg menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan.
Namun, Victor juga menyampaikan bahwa tantangan utama yang perlu diperhatikan adalah potensi tekanan pada segmen processed food serta risiko pelemahan daya beli masyarakat. Hal ini dapat membatasi pertumbuhan permintaan.
Rekomendasi Analis terhadap Saham CPIN
Ezaridho memproyeksikan pendapatan dan laba bersih CPIN pada tahun 2025 masing-masing sebesar Rp 69,96 triliun dan Rp 3,99 triliun. Sementara itu, pada tahun 2024, pendapatan CPIN mencapai Rp 67,47 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,71 triliun.
Arief dan Victor merekomendasikan saham CPIN dengan target harga masing-masing sebesar Rp 6.050 per saham dan Rp 6.400 per saham. Ezaridho, di sisi lain, merekomendasikan Overweight saham CPIN dengan target harga Rp 5.060 per saham. Alasan utamanya adalah penurunan selera lokal terhadap unggas dan kondisi saat ini yang tidak kondusif bagi peningkatan permintaan konsumtif domestik. Pertumbuhan 0,3% YoY pada semester I-2025 yang hampir tidak signifikan menjadi indikasi bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan besar.