Empat Program Stimulus Ekonomi yang Akan Berlanjut Tahun Depan
Pemerintah akan melanjutkan empat program stimulus ekonomi pada tahun depan. Keempat program tersebut merupakan bagian dari 17 paket ekonomi yang diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Program ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan dukungan kepada berbagai sektor.
Berikut adalah rincian keempat program yang akan terus berjalan:
Insentif PPh Final UMKM
Salah satu program yang dilanjutkan adalah insentif pajak penghasilan (PPh) Final bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Insentif ini diberikan sebesar 0,5 persen dari penghasilan bruto. Program ini berlaku bagi UMKM dengan pendapatan maksimal Rp 4,8 miliar per tahun. Pemerintah telah memastikan bahwa insentif ini akan berlaku hingga 2029, bukan hanya sekali perpanjangan setiap tahun.
Dana yang dialokasikan untuk program ini sebesar Rp 2 triliun pada tahun 2025. Jumlah wajib pajak yang terdaftar sebagai UMKM mencapai 542.000 orang. Pemerintah juga akan melakukan revisi Peraturan Pemerintah terkait program ini.
Bebaskan PPh 21 Karyawan Pariwisata
Program kedua yang berlanjut adalah pembebasan pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) untuk karyawan hotel, restoran, dan kafe (horeka) dengan gaji maksimal Rp 10 juta per bulan. Anggaran yang disediakan untuk program ini pada tahun depan mencapai Rp 480 miliar. Target penerima mencapai 552.000 pekerja pada tahun ini dengan anggaran sebesar Rp 120 miliar.
Bebaskan PPh 21 Karyawan Padat Karya
Selain sektor pariwisata, stimulus ini juga berlaku untuk sektor padat karya. Program ini akan menyasar 1,7 juta pekerja dengan anggaran sebesar Rp 800 miliar. Sektor yang terkena dampaknya antara lain alas kaki, tekstil, pakaian jadi, furniture kulit, dan barang kulit.
Diskon Iuran JKK dan JKM
Program ketiga yang berlanjut adalah diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen bagi kelompok pekerja bukan penerima upah (PBPU), seperti pengemudi ojek online, sopir, kurir logistik, serta segmen lainnya seperti petani, pedagang, nelayan, buruh bangunan, dan pekerja rumah tangga. Target penerima mencapai 9,9 juta orang dengan anggaran sebesar Rp 753 miliar.
Manfaat yang diterima PBPU termasuk santunan kematian 48 kali upah, santunan cacat 56 kali upah, beasiswa Rp 174 juta untuk dua orang anak, dan jaminan kematian total sebesar Rp 42 juta.
Delapan Program Stimulus yang Berjalan Tahun Ini
Selain empat program yang akan berlanjut, pemerintah telah menggulirkan delapan program stimulus pada tahun 2025. Berikut daftar lengkapnya:
- Program magang lulusan perguruan tinggi (maksimal fresh graduate 1 tahun)
- Perluasan PPh 21 DTP untuk pekerja di sektor terkait pariwisata
- Bantuan pangan periode Oktober-November 2025
- Bantuan Iuran JKK dan JKM bagi BPU transportasi online (termasuk ojek pangkalan, sopir, kurir, dan logistik) selama 6 tahun
- Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan
- Program Padat Karya Tunai (cash for work) Kemenhub dan Kementerian Pekerjaan Umum
- Percepatan Deregulasi PP28 (Integrasi Sistem K/L dan RD TR Digital ke OSS)
- Program Perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta): peningkatan kualitas pemukiman dan penyediaan tempat untuk Gig Economy.
Pemerintah berharap program-program ini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen sepanjang tahun 2025. Dengan adanya stimulus ini, diharapkan belanja pemerintah dapat terus dikawal dan target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.