Profil Dwi Hartono, Diduga Otak Pelaku Pembunuhan Kepala Cabang BRI
Dwi Hartono, yang diduga menjadi otak dari kasus penculikan dan pembunuhan M Ilham Pradipta (MIP), memiliki latar belakang yang cukup menarik. Pria yang akrab disapa DH ini berasal dari Jambi dan tinggal di Jakarta. Ia memiliki tiga orang anak dan dikenal sebagai pengusaha sukses. Sebagai seorang warga asli Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Dwi Hartono sangat terkenal di kampung halamannya.
Joko, Kepala Desa Tirta Kencana (sekarang bernama Mekar Kencana), memberikan kesaksian bahwa Dwi Hartono sering melakukan kegiatan sosial dan dermawan. Menurutnya, Dwi adalah sosok yang ramah dan mudah bergaul. Meski tinggal di Jakarta, ia sesekali pulang ke kampung halamannya untuk berkunjung kepada orang tuanya di Desa Mekar Kencana. Namun, Joko tidak pernah menyangka bahwa Dwi akan terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Rumah Mewah dan Bisnis yang Menguntungkan
Selain itu, Dwi Hartono juga dikenal memiliki rumah mewah di Jalan San Fransisco, Blok Q1, Nomor 9, Kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rumah tersebut terletak di area yang strategis dan tampak sepi dari aktivitas sehari-hari. Pagar emas yang tinggi dan lampu yang menyala meskipun di siang hari membuat rumah ini terlihat sangat istimewa.
Dwi Hartono juga memiliki beberapa perusahaan. Salah satunya adalah PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) atau lebih dikenal sebagai platform Guruku.com. Kedua perusahaan ini beroperasi dari kediaman pribadinya di Bogor. Guruku.com merupakan layanan pendidikan non formal yang memberikan pelatihan bagi pelajar, tenaga pendidik, dan UMKM. Sementara itu, PT Hartono Mandiri Makmur fokus pada pengembangan software dan aplikasi.
Motivator yang Aktif di Media Sosial
Selain sebagai pengusaha, Dwi Hartono juga dikenal sebagai motivator. Teman-temannya menyebutnya sebagai seseorang yang selalu membantu dan memberi semangat kepada para pengusaha pemula. Di akun YouTube miliknya, Dwi sering membagikan konten-konten motivasi. Hingga saat ini, akun tersebut telah memiliki total 169 ribu pengikut.
Hasil Autopsi Jenazah Korban
Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, telah melakukan autopsi terhadap jenazah MIP. Pemeriksaan luar dan dalam dilakukan atas persetujuan keluarga. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan di bagian dada dan leher korban akibat benda tumpul. Selain itu, tim juga mengambil sampel DNA dan toksikologi forensik.
Kronologi Penemuan Jasad MIP
Jasad MIP ditemukan di area semak-semak persawahan Kampung Karangsambung, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Awalnya, jasad korban tidak memiliki identitas, tetapi kemudian diketahui bahwa korban adalah Kepala Kantor Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Jasad korban ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat serta mata tertutup lakban hitam.
Empat pelaku yang ditangkap oleh polisi, yaitu AT, RS, RAH, dan RW, telah mengakui perbuatannya. Mereka menculik MIP di parkiran supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, setelah korban habis menghadiri rapat dengan teman kantornya. Setelah diculik, korban ditemukan tak bernyawa di wilayah Bekasi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini.