Keterlibatan Gubernur Jabar dalam Acara Pernikahan Putrinya yang Berujung Ricuh

Sejumlah korban dari kejadian ricuh saat acara makan gratis di pernikahan putri Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dan Maula Akbar, mengaku melihat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir di lokasi acara. Namun, pihak kepolisian dan Gubernur sendiri membantah adanya kehadiran Dedi Mulyadi pada saat kejadian.

Pengakuan Korban dan Penyelidikan Polisi

Salah satu korban, SF (17 tahun), mengaku sempat melihat sosok Dedi Mulyadi saat berada di antara kerumunan warga yang memadati acara tersebut. Ia menyebut bahwa kehadiran Gubernur membuat warga antusias dan berdesak-desakan, sehingga terjadi kericuhan. Akibatnya, SF terpisah dari keluarganya dan terjatuh. Petugas medis segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh polisi, SF mengakui bahwa ia hanya menduga kehadiran Dedi Mulyadi di lokasi. Menurut pengakuan SF, informasi itu tidak benar dan hanya berasal dari persepsinya sendiri. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan pihak kepolisian yang menegaskan bahwa Gubernur Jawa Barat tidak berada di lokasi kejadian.

Penjelasan Pihak Kepolisian

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa Dedi Mulyadi pada saat kejadian, yaitu Jumat (18/7/2025) pukul 13.00, sedang dalam perjalanan menuju Trans Studio Bandung. “Setelah diklarifikasi, sesungguhnya KDM (Kang Dedi Mulyadi) pada Jumat 18 Juli 2025 pukul 13.00 sedang dalam perjalanan menuju Trans Studio, tidak berada di posisi Garut,” ujar Hendra.

Selain itu, Dedi Mulyadi sendiri membantah bahwa dirinya berada di lokasi kejadian. Dalam video singkat yang diunggah ke akun TikTok pribadinya, ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Dedi mengklaim bahwa saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan dari Lembur Pakuan Subang menuju Trans Convention Center di Kota Bandung untuk menghadiri acara UMKM Bank Indonesia Jabar. Ia bahkan ikut serta dalam fashion show bersama putri bungsunya, Ni Hyang Sukma Ayu.

Kunjungan ke Garut Setelah Kejadian

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa ia baru tiba di Garut pada malam hari setelah kejadian. Tujuannya adalah untuk menemui para korban dan keluarga mereka. “Setelah itu saya baru pergi ke Garut untuk menemui para korban, baik korban meninggal dunia maupun mereka yang masih ada di rumah sakit,” ujarnya.

Pernyataan Putri Karlina dan Maula Akbar

Putri Karlina dan Maula Akbar, yang merupakan pasangan pengantin, juga memberikan pernyataan resmi kepada awak media. Mereka menyampaikan rasa belasungkawa atas insiden yang menewaskan tiga orang. Putri Karlina menyebut bahwa acara pernikahan mereka tidak dimaksudkan untuk mengganggu masyarakat. Ia mengaku telah melakukan berbagai langkah agar acara berjalan lancar tanpa gangguan.

“Saya H-1 masih keliling ke beberapa sekolah untuk meluruskan, masih menjelaskan kepada warga tidak ada jalan yang ditutup, tidak ada angkot yang berhenti. Dan Alhamdulillah tanggal 16 semua berjalan lancar,” kata Putri Karlina.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan akan menjalani proses hukum yang berlaku. Bahkan, ia dan suami telah mengunjungi Polres Garut untuk pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat.

Pernyataan Maula Akbar

Maula Akbar, putra Gubernur Jabar, juga menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa atas kejadian yang menimpa warga. Ia mengaku terkejut dengan apa yang terjadi dan menegaskan bahwa niat awalnya hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

“Tidak ada satu pun niat untuk menyakiti atau membuat celaka. Niat kami sangat tulus membahagiakan warga Garut yang datang memberikan doa restu,” ujarnya.

Maula memastikan bahwa dirinya dan Putri Karlina akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *