Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Perbaiki Kondisi Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menunjukkan keyakinan bahwa kondisi ekonomi Indonesia bisa diperbaiki. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sombong, namun yakin akan kemampuannya dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional. Menurutnya, pengalaman sebagai ekonom menjadi modal utama untuk membawa arah kebijakan yang lebih baik.

Purbaya menyatakan bahwa ia memahami kelemahan dari sistem ekonomi negara setelah bergabung dengan Kabinet Merah Putih. Dalam wawancaranya usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, ia mengatakan bahwa dirinya sudah lama berkecimpung dalam dunia ekonomi dan memahami bagaimana cara memperbaikinya. Ia juga menilai bahwa sebagian masyarakat tidak sepenuhnya memahami konsep ekonomi, sehingga seringkali muncul kesalahpahaman.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri telah sepakat menciptakan langkah-langkah percepatan pembangunan dan pelonggaran sistem keuangan. Purbaya menjelaskan bahwa tujuan dari langkah tersebut adalah agar program pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan sistem finansial tidak terlalu ketat. Dengan demikian, sektor swasta juga akan bisa berkembang lebih pesat.

Strategi utama pemerintah saat ini, menurut Purbaya, adalah mempercepat program belanja agar ekonomi bisa pulih lebih cepat. Ia menyatakan bahwa kebijakan-kebijakan yang ada saat ini belum sepenuhnya lancar dilaksanakan, dan rapat terbatas tadi telah memutuskan untuk mempercepat semua proses tersebut. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa lebih cepat.

Permintaan Maaf atas Pernyataan Sebelumnya

Setelah merespons soal tuntutan rakyat, Purbaya kini meminta maaf karena pernyataannya dinilai kurang empati. Sebelumnya, ia menyebut jika tuntutan rakyat hanya datang dari sebagian kecil masyarakat. Ucapan itu disampaikan ketika dilantik menjadi Menteri Keuangan, Senin (8/9/2025). Ia mengaku tidak bermaksud mengerdilkan aspirasi rakyat, namun hanya ingin menjelaskan bahwa ekonomi saat ini tengah tertekan.

Purbaya menegaskan bahwa maksudnya bukan untuk mengabaikan aspirasi rakyat, melainkan menyoroti bahwa kebanyakan masyarakat yang merasa susah bukanlah sebagian kecil. Ia berkomitmen untuk memulihkan ekonomi dengan sejumlah langkah yang telah dipersiapkan. Ia juga menyatakan bahwa pernyataannya yang sebelumnya banyak dipotong-potong merupakan bagian dari edukasi publik.

Menurut Purbaya, ekonomi harus diperbaiki agar masyarakat lebih mudah mencari pekerjaan. Tujuan utamanya adalah agar semua masyarakat bisa sejahtera bersama. Ia optimistis gelombang protes masyarakat akan mereda seiring dengan perbaikan perekonomian nasional. Untuk itu, ia berkomitmen bekerja keras sebagai Menteri Keuangan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih cepat.

Tuntutan Rakyat 17+8

Tuntutan rakyat 17+8 adalah seruan yang diprakarsai oleh sejumlah selebgram dan tokoh publik seperti Jerome Polin dan Abigail Limuria. Dalam tuntutan tersebut, termuat hal-hal yang harus dipenuhi oleh DPR RI dan pemerintah dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Beberapa isi tuntutannya antara lain publikasikan transparansi anggaran DPR secara proaktif, memastikan upah layak bagi guru, tenaga kesehatan, buruh, dan mitra ojek online, serta sahkan dan tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor.

Purbaya Yudhi Sadewa yang baru dilantik Senin (8/9/2025) ditanya tentang pendapatnya mengenai tuntutan rakyat tersebut. Ia mengaku belum mempelajari hal tersebut. Namun, ia menyebut bahwa tuntutan tersebut adalah suara sebagian rakyat kecil. Ia meyakini bahwa tuntutan-tuntutan rakyat soal perekonomian akan hilang dengan sendirinya jika ia berhasil menjadikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai setidaknya enam persen.

Karier dan Latar Belakang Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Purbaya kemudian melanjutkan studi di Purdue University, AS, meraih gelar MSc dan Ph.D dalam bidang Ilmu Ekonomi.

Karier profesionalnya berawal sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), lalu berpindah ke dunia riset ekonomi sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005). Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008), Chief Economist Danareksa Research Institute (2005–2013), serta anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013–2015.

Dalam karier pemerintahannya, Purbaya mengawali kiprah politik dan pemerintahan sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian pada era 2010–2014, dan juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional. Ia kemudian menjabat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden pada 2015, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam (2015–2016).

Purbaya juga pernah menjabat Wakil Ketua Satgas Debottlenecking (Pokja IV) dan Staf Khusus bidang Ekonomi Kemenko Maritim (2016–2020), kemudian menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020). Ia diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Keputusan Presiden RI No. 58/M Tahun 2020 dan resmi menjabat mulai 3 September 2020.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *