Kenaikan Harga Saham BRMS Didorong oleh Faktor Pasar Emas

Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalami kenaikan signifikan dalam perdagangan Senin (15/9). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, saham BRMS naik sebesar 8,82% atau 45 poin menjadi 555 pada penutupan perdagangan. Dalam satu pekan terakhir, harga saham ini meningkat sebesar 6,93%, sedangkan dalam satu bulan terakhir, kenaikan mencapai 22,252%. Kenaikan ini terjadi menjelang aktivasi rebalancing Market Vector Global Gold Miners Index (MVGDX) yang akan berlaku pada 19 September 2025.

Indeks MVGDX, yang dikelola oleh VanEck, mencakup perusahaan besar di sektor tambang emas dunia. Selain BRMS, perusahaan tambang emas lainnya seperti PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) juga masuk dalam indeks tersebut. Rebalancing ini dapat memberikan dampak positif terhadap likuiditas dan visibilitas saham perusahaan-perusahaan yang masuk dalam indeks.

Sentimen Positif dari Harga Emas Spot

Selain faktor indeks MVGDX, sentimen positif juga datang dari kenaikan harga emas spot. Logam mulia ini semakin diminati investor sebagai aset yang aman atau safe haven akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed).

Menurut data dari Gold Price, harga emas dunia hari ini naik sebesar 0,04% menjadi US$ 3.644 per ounce. Sejak awal tahun ini, harga emas telah naik sebesar 41,01% atau US$ 1.059 per ounce. Emas semakin diminati karena ketidakpastian global, termasuk dinamika sektor keuangan, kebijakan fiskal dan politik, serta penyesuaian di pasar tenaga kerja.

Prediksi BCA Sekuritas untuk Saham BRMS

BCA Sekuritas memberikan rekomendasi kepada investor untuk menambah posisi saham BRMS. Dalam risetnya, BCA Sekuritas memprediksi bahwa saham BRMS akan mencapai target Rp 750, dengan potensi kenaikan sebesar 51,8% dari level saat ini. Prediksi ini didasarkan pada dua faktor utama: kadar emas yang lebih tinggi dari tambang bawah tanah serta harga emas yang tinggi di pasar global.

BCA Sekuritas memandang prospek emas masih sangat cerah dalam beberapa tahun ke depan. Pada tahun ini, harga emas diperkirakan rata-rata berada di kisaran US$ 3.350 per ounce, lalu naik ke US$ 4.000 per ounce pada 2026, dan berlanjut ke US$ 4.200 per ounce mulai 2027.

Faktor-faktor pendukung kenaikan harga emas antara lain:
– Pasokan emas yang semakin terbatas.
– Penemuan cadangan baru yang semakin jarang.
– Biaya penambangan yang terus meningkat.
– Penurunan suku bunga global yang menekan imbal hasil riil.
– Kepercayaan investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
– Permintaan tambahan dari bank sentral dan pembelian emas melalui produk ETF.

Proyeksi Kinerja BRMS hingga 2029

Dari sisi operasional, BRMS diperkirakan mengalami lonjakan kinerja hingga 2029. Proyeksi kinerja BRMS antara lain:
– Penjualan emas naik hampir 4 kali lipat menjadi 276,6 ribu ons.
– Pendapatan melonjak 4,8 kali lipat hingga mencapai US$ 1,2 miliar.
– EBITDA tumbuh lebih dari 6 kali lipat menjadi US$ 711,7 juta.
– Laba bersih meningkat 6,6 kali lipat hingga menyentuh US$ 497,8 juta.

Valuasi BRMS pada 2026 diperkirakan masih cukup tinggi dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 56,1 kali dan EV/EBITDA sebesar 35,4 kali. Namun, seiring ekspansi produksi emas, valuasi tersebut diproyeksikan menurun pada 2029 menjadi P/E 12,6 kali dan EV/EBITDA 7,8 kali.

Rekomendasi dari Analis Lain

Sucor Securitas juga memberikan rekomendasi beli untuk saham BRMS. Mereka menilai pertumbuhan BRMS didukung oleh cadangan emas terbukti sebesar 5,0 juta ons. Masuknya BRMS dalam VanEck Gold Miners ETF (GDX) menandai titik balik penting bagi likuiditas, visibilitas, dan akses investor asing.

Di sisi lain, Nafan Aji Gusta Utama, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, memberi rekomendasi beli secara bertahap untuk saham BRMS dengan target harga hingga 590. Sementara itu, Muhammad Wafi, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa masuknya kedua perusahaan tersebut dalam MVGDX membuka peluang untuk masuk ke portofolio institusi global. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan likuiditas di pasar serta memberi dorongan positif terhadap harga sahamnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *