Alasan Aksar, Sopir Truk dari Kalimantan, Minta Minum Sisa Gubernur Jawa Barat
Seorang sopir truk bernama Aksar yang berasal dari Kalimantan mengambil langkah tak terduga dengan datang jauh-jauh untuk meminta air minum sisa dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kejadian ini menjadi perhatian banyak orang karena alasan di balik permintaan tersebut sangat menyentuh.
Aksar awalnya berbagi cerita tentang kehidupannya sebagai seorang sopir truk di perkebunan sawit di Sangatta, Kutai Barat. Penghasilannya tergolong kecil, hanya sekitar Rp 80.000 per hari setelah dikurangi biaya operasional seperti solar, uang makan, dan perbaikan kendaraan. Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya “mafia sopir” yang memotong gajinya, menambah beban finansial yang sudah berat.
Dalam percakapan dengan Dedi Mulyadi, Aksar menjelaskan bagaimana dirinya menempuh perjalanan dari Balikpapan hingga ke rumah gubernur. Ia mengatakan bahwa ia menggunakan kapal untuk melakukan perjalanan tersebut. Setelah tiba di Tanjungperak, ia melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan kemudian ke Semarang. Biaya perjalanan mencapai total sekitar Rp 1,2 juta.
Pertanyaan pun muncul mengapa Aksar sampai datang jauh-jauh meskipun istrinya sedang hamil besar. Aksar menjelaskan bahwa istrinya saat ini berada di Semarang karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Ia menitipkan istrinya di rumah seorang teman sementara ia sendiri melanjutkan perjalanan ke rumah Dedi Mulyadi.
Tujuan Aksar datang jauh-jauh ternyata sangat unik. Ia menyampaikan bahwa istrinya adalah penggemar berat Dedi Mulyadi. Bahkan, ponsel istrinya penuh dengan video-video Dedi Mulyadi. Permintaan yang disampaikan oleh Aksar sangat personal dan penuh harapan. Istrinya ingin agar anak mereka kelak bisa meniru kepandaian Dedi Mulyadi. Oleh karena itu, ia meminta minum sisa dari Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi merespons dengan kerendahan hati. Meski ia mengaku tidak sehebat yang dibayangkan oleh istrinya, ia tetap memberikan minuman tersebut. Dedi Mulyadi bahkan menyodorkan gelas berisi minuman tersebut kepada Aksar, lalu berkata, “Ini.”
Aksar menerima gelas itu dengan ekspresi emosional. Matanya berkaca-kaca, dan ia beberapa kali menunduk, menahan tangis haru yang jelas terlihat. Dedi Mulyadi pun memuji perjuangan Aksar dan istrinya, serta menawarkan untuk berfoto bersama dan memberikan rekaman video untuk istri Aksar.
Selain itu, Dedi Mulyadi menawarkan tiket pesawat bagi Aksar agar dapat pulang dengan nyaman. Karena istrinya sedang hamil, ia ingin agar perjalanan pulang lebih aman dan nyaman. Dedi Mulyadi menekankan bahwa ia ingin membantu sekaligus merasa senang bisa memberikan dukungan kepada Aksar dan keluarganya.
Peristiwa ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh seorang tokoh terhadap masyarakat, serta bagaimana kepedulian dan kebaikan bisa membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan. Aksar dan istrinya menjadi bukti bahwa ada orang-orang yang rela melakukan perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan dukungan dan semangat dari seseorang yang mereka kagumi.