Pertumbuhan Pendapatan JIIPE yang Signifikan
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat kenaikan pendapatan yang sangat signifikan dari utilitas Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) pada semester I 2025. Pendapatan tersebut meningkat sebesar 315% secara tahunan (year on year/YoY), dengan total pendapatan mencapai Rp 311 miliar. Hal ini dianggap sebagai katalis positif bagi kinerja bisnis AKRA ke depan.
JIIPE adalah kawasan industri terintegrasi seluas 2.167 hektar yang berada di Gresik, Jawa Timur. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara AKRA dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Head of Investor Relations AKRA, Ignatius Teguh Prayoga menjelaskan bahwa pendapatan dari JIIPE menyumbang 19% terhadap total laba bruto AKRA di semester I 2025, yang tercatat sebesar Rp 1,95 triliun.
Ekosistem yang Beroperasi di JIIPE
Saat ini, terdapat tiga ekosistem utama yang beroperasi di JIIPE, yaitu ekosistem tembaga dan logam, ekosistem industri kaca, serta ekosistem industri kimia. Ekosistem tembaga dan logam mampu menghasilkan 600 ribu ton katoda tembaga; 35-50 ton emas; 100-150 ton perak, dan 1,8 juta ton asam sulfat. Sebanyak 100 ton tembaga diserap oleh PT Hailiang Nova Material, sedangkan emas yang dihasilkan akan ditadah oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Ekosistem industri kaca menempati lahan seluas 98,5 hektar dengan kapasitas produksi 1.100-2.200 ton per hari. Nilai investasi untuk ekosistem ini mencapai US$ 700 juta. Sementara itu, ekosistem industri kimia telah berkembang cukup pesat dalam kurun waktu satu tahun, dengan bergabungnya dua perusahaan baru seperti Hebang dan Golden Elephant.
Infrastruktur Pelabuhan dan Pengembangan JIIPE
JIIPE juga memiliki pelabuhan dengan kedalaman 14-16 meter. Pada fase pertama, kapasitas pelabuhan mencapai 10 juta ton per tahun. AKRA menyediakan jalur khusus untuk PT Freeport Indonesia dalam mengangkut hasil tambang dari smelternya. Target pengembangan pelabuhan ini adalah meningkatkan kapasitas menjadi 26 juta ton.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan AKRA, Suresh Vembu menegaskan bahwa AKRA akan terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada, terutama keuntungan dari JIIPE sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK ini menawarkan berbagai fasilitas pajak, insentif daerah, kemudahan izin lingkungan, perizinan ketenagakerjaan tenaga kerja asing, relaksasi ekspor-impor, serta hak guna bangunan hingga 80 tahun.
Target Investasi dan Tenaga Kerja
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, AKRA akan terus mengoptimalkan biaya produksi bagi tenant-nya. Langkah ini sudah dimulai dengan mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri sehingga kebutuhan barang untuk produksi di dalam kawasan langsung tersedia.
Suresh menargetkan investasi di JIIPE lebih dari Rp 237,86 triliun, serta target jumlah tenaga kerja sekitar 199.818 orang. Dengan status KEK, JIIPE memberikan banyak manfaat bagi para pengusaha yang ingin berinvestasi di kawasan ini.
Kinerja Keuangan AKRA di Semester I 2025
Selain dari JIIPE, AKRA juga mencatat kinerja keuangan yang baik di semester I 2025. Laba bersih meningkat sebesar 22,52% YoY menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 1,08 triliun. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan pun meningkat sebesar 14,88% YoY menjadi Rp 21,26 triliun dari Rp 18,51 triliun.
Segmen jasa logistik menjadi penyumbang kenaikan tertinggi, dengan kenaikan sebesar 51,98% YoY menjadi Rp 689,63 miliar dari Rp 453,75 miliar. Segmen tanah kawasan industri dan lainnya juga mengalami peningkatan sebesar 45,38% YoY menjadi Rp 848,60 miliar dari Rp 583,69 miliar. Sementara itu, perdagangan dan distribusi BBM meningkat sebesar 13,52% YoY menjadi Rp 19,48 triliun dari Rp 17,16 triliun.
Prediksi dan Rekomendasi Analis
Suresh optimistis bahwa pertumbuhan laba AKRA akan mencapai 10–17% pada akhir tahun, didorong oleh peningkatan pendapatan utilitas, penjualan lahan, serta kinerja perdagangan dan distribusi yang stabil.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai bahwa JIIPE dapat memperkuat kinerja top line maupun bottom line AKRA ke depan. Meskipun AKRA masih menghadapi tantangan fluktuasi harga minyak dunia, Nafan melihat bahwa permintaan minyak saat ini cukup tinggi, sehingga penjualan AKRA tetap resilient.
Nafan merekomendasikan strategi “accumulative buy” untuk saham AKRA dengan support di Rp 1.195 dan resistance di Rp 1.135. Investor bisa mempertimbangkan area masuk pada rentang harga Rp 1.195-1.245.