Langkah Strategis Pertamina dalam Restrukturisasi Bisnis

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan restrukturisasi organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi lini bisnis perusahaan. Sebelumnya, empat tahun lalu, Pertamina telah melalui transformasi bisnis dengan menjadi holding dan membentuk enam subholding. Tujuannya adalah agar perusahaan pelat merah tersebut dapat bergerak lebih lincah dan responsif terhadap dinamika pasar.

Kini, Pertamina berencana mengintegrasikan tiga subholding hilir migasnya, yaitu subholding commercial & trading PT Pertamina Patra Niaga (PPN), subholding refining & petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan subholding integrated marine logistics PT Pertamina International Shipping (PIS). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan global seperti penurunan harga minyak mentah dan permintaan yang menurun, yang berdampak pada kinerja perusahaan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa margin bisnis kilang semakin kecil akibat penurunan permintaan, sementara kapasitas produksi kilang global meningkat. Hal ini menyebabkan dampak negatif terhadap laba perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan konsolidasi antara KPI, PIS, dan PPN untuk menciptakan efisiensi yang lebih baik.

Selain itu, langkah ini juga dilakukan sebagai upaya penyelarasan strategi bisnis dengan pemegang saham baru, BPI Danantara. Simon menjelaskan bahwa seiring berkembangnya situasi, Pertamina harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Skema Penggabungan Subholding Hilir Pertamina

Berdasarkan dokumen yang diterima, Pertamina akan melakukan sejumlah aksi korporasi dengan rencana penggabungan subholding hilir. Pada tahap pertama, Januari 2026, KPI dan PPN akan digabung menjadi satu subholding hilir migas. Sementara itu, bisnis captive PIS akan dilakukan spin off ke PPN, sedangkan bisnis non-captive PIS akan dipindahkan ke anak perusahaan PIS lainnya.

Pada tahap kedua, Oktober 2026, anak usaha PIS yakni PT Pertamina Energy Terminal (PET) akan merger dengan subholding migas yang telah terbentuk, yaitu PPN dan KPI. Rencana ini telah disetujui dalam keputusan rapat direksi tanggal 1 Agustus 2025.

Danantara menugaskan direksi dan dewan komisaris PPN, KPI, dan PIS untuk mendukung persiapan dan implementasi rencana integrasi bisnis hilir tersebut. Tugas dan tanggung jawab dibagi secara spesifik untuk masing-masing entitas. KPI ditugaskan melakukan simulasi perhitungan supply demand balance subholding hilir, serta menyiapkan dokumentasi dan proses administrasi persiapan implementasi integrasi bisnis hilir.

PPN ditugaskan membuat rancangan rencana penjualan produk, serta berkoordinasi dengan KPI dan Direktorat Logistik dan Infrastruktur (Direktorat L&I) dalam pembuatan supply demand balance. Sementara itu, PIS diminta memetakan daftar aset dan bisnis captive serta non-captive, serta menyusun paket strategis komunikasi dan negosiasi dengan mitra strategis.

Strategi yang Tepat untuk Masa Depan Pertamina

Pengamat menilai bahwa upaya penggabungan subholding hilir Pertamina dapat mengoptimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan bagi perusahaan. Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai langkah ini akan mendorong efisiensi karena koordinasi dan rantai manajemen lebih pendek untuk kegiatan trading, logistik, dan pengilangan.

Menurut Ishak, integrasi juga dapat menggabungkan beberapa fungsi yang sama atau mirip menjadi satu, sehingga meningkatkan skala ekonomi dan mengefisienkan biaya termasuk penggunaan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, integrasi ini akan membuat Pertamina lebih adaptif dalam merespons perubahan dinamika bisnis, seperti peningkatan produksi petrokimia untuk mengimbangi potensi penurunan permintaan BBM.

Founder & Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, setuju bahwa penggabungan tiga subholding Pertamina di sektor hilir migas merupakan strategi yang tepat. Menurutnya, langkah ini dapat mengoptimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan dari efisiensi di dalam koordinasi dan birokrasi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *