Chelsea Dekati Xavi Simons dari RB Leipzig
Chelsea FC dikabarkan semakin dekat dalam upaya mendatangkan Xavi Simons dari RB Leipzig. Pembicaraan antara kedua klub berjalan dengan arah yang positif, dan pemain asal Belanda tersebut disebut telah menyetujui sebagian besar persyaratan pribadi. Transfernya ke Stamford Bridge tinggal menunggu finalisasi.
Simons, yang tampil mengesankan selama berseragam RB Leipzig, sempat menjadi incaran Arsenal. Namun, The Gunners lebih fokus pada rekrutan baru dari Crystal Palace, Eberechi Eze, sehingga memberi ruang bagi Chelsea untuk bertindak lebih cepat dan agresif dalam memperoleh jasa sang pemain.
Dengan usia baru menginjak 22 tahun, Simons telah menunjukkan kedewasaan dalam permainannya. Dalam 76 pertandingan di semua kompetisi bersama Leipzig, ia mencetak 21 gol dan 23 assist. Performa gemilang ini membuat pelatih Chelsea, Enzo Maresca, tertarik untuk memboyongnya ke proyek barunya.
Menurut laporan terbaru, salah satu alasan Simons tertarik bergabung dengan Chelsea adalah karena keberanian klub London tersebut dalam memberikan ruang dan kepercayaan kepada pemain muda. Meskipun Maresca dikenal selektif dalam menurunkan pemain menyerang, proyek jangka panjang yang dibangun oleh manajemen The Blues menarik perhatian sang playmaker.
“Simons memiliki fleksibilitas tinggi dalam bermain. Ia bisa ditempatkan di sisi kiri, sebagai gelandang serang, atau bahkan menjadi second striker. Di Chelsea, ia akan menghadapi persaingan ketat dengan Cole Palmer untuk posisi nomor 10. Sedangkan untuk posisi sayap kiri, ia akan bersaing dengan Jamie Gittens dan Tyrique George,” tulis media Inggris.
Meskipun begitu, persaingan di lini depan bisa berkurang jika beberapa pemain dipertimbangkan untuk dilepas. Joao Felix, Raheem Sterling, dan Christopher Nkunku dikabarkan menjadi nama-nama yang berpotensi hengkang dari Chelsea musim panas ini. Jika hal ini terjadi, peluang Simons untuk menjadi starter akan sangat terbuka.
Di balik negosiasi yang berjalan baik, para pendukung Chelsea mulai berspekulasi tentang nomor punggung yang akan dikenakan Simons jika resmi bergabung. Di RB Leipzig, Simons mengenakan nomor 10—nomor yang saat ini dikenakan oleh Cole Palmer di Chelsea dan kemungkinan tidak akan dilepas. Selain itu, ia juga menggunakan nomor 7 di Timnas Belanda, tetapi angka tersebut sudah dikuasai oleh Pedro Neto, sehingga tidak tersedia.
Salah satu opsi paling masuk akal adalah nomor 11, yang kini kosong setelah Noni Madueke pindah ke Arsenal. Nomor 11 di Chelsea bukanlah nomor biasa. Pernah dikenakan oleh legenda klub seperti Didier Drogba, Dennis Wise, dan Graeme Le Saux. Mengenakan nomor ini bisa menjadi simbol kepercayaan dan harapan besar dari klub terhadap Simons.
Selain nomor 11, beberapa angka lain yang tersedia adalah 13, 26, dan 28. Jika Christopher Nkunku hengkang, nomor 18 juga bisa terbuka untuk Simons. Namun secara simbolis dan sejarah, nomor 11 tampaknya menjadi pilihan yang paling tepat bagi pemain kelahiran Amsterdam tersebut.
Chelsea saat ini sedang membangun kekuatan dengan ambisi tinggi menyambut musim 2025–2026. Setelah menjuarai UEFA Conference League, The Blues kembali ke Liga Champions dan membutuhkan kedalaman skuad yang kuat untuk bersaing di banyak kompetisi.
Jika berhasil memboyong Simons, Chelsea akan memperkaya lini serangnya dengan kombinasi pemain muda kreatif yang punya daya jelajah tinggi. Selain itu, Simons juga andal dalam menciptakan peluang dan produktif dalam mencetak gol.
Situasi ini menunjukkan bahwa proyek yang dibangun oleh Maresca sangat menjanjikan. Selain memburu pemain potensial seperti Simons, Chelsea juga memberi ruang bagi regenerasi skuad agar tidak terlalu bergantung pada pemain senior yang mulai kehilangan konsistensi.
Meskipun belum ada kepastian kapan kesepakatan final akan diumumkan, arah pembicaraan yang positif menjadi pertanda kuat bahwa Simons akan segera berkostum biru. Apalagi, ia dikabarkan ingin segera menyesuaikan diri sebelum kompetisi resmi dimulai.
Dengan demikian, Chelsea kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun masa depan klub. Jika transfer ini rampung, maka Xavi Simons tak hanya akan menjadi pembelian cerdas, tetapi juga simbol dari arah baru klub: muda, dinamis, dan penuh gairah.